BREAKING!
Warga Papua Selatan hari ini resmi gugat Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, yang keluarkan Surat Keputusan (SK) No. 591 berisi rencana mengubah 486 ribu hektare tanah adat mereka jadi PSN Pangan dan Bioenergi.
Gugatan ini jadi bukti bahwa “Pesta Babi” adalah realita yang terjadi di Papua Selatan hari ini. Di mana kebijakan negara jadi alat legitimasi pemusnahan ruang hidup masyarakat.
Kenapa warga menggugat?
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
Kasus olahraga nasional paling menjengkelkan bulan ini.
Tahun lalu, power lifter asal Buleleng, I Gede Wahyu Surya Wiguna Yasa adalah peraih emas Asian/Pacific/African Classic Powerlifting Championships 2025.
Dia sudah siap berangkat dgn duit sendiri dan sponsor pribadi ke World Classic Open Powerlifting Championships 2026 di Lithuania Juni nanti.
Tp dia nggak dapat rekomendasi krn menurut Wahyu, federasi Bali meminta duit deposit jaminan tes doping kpd Wahyu Rp 339 juta. Padahal WADA Code tdk mengenal security deposit.
Parah.
Buat temen-temen pekerja kreatif, ini saran aja, ga usah ambil kerjaan dari pemerintahan. Negara bisa memidanakan elo sewaktu-waktu dengan berbagai macam alasan. Tapi kalo lo emang bernyali tinggi, ya silakan aja.
Entah popular or not
SOP bus berhenti tiap bus stop ketika tidak ada pelanggan di bus stop ada baiknya ditiadakan, selain membuang waktu hal tersebut juga buang-buang bahan bakar juga.
Lebih baik memberikan isyarat tangan ketika ingin naik dan tekan bel stop ketika ingin turun.
Ini salah satu versi yang paling terkenal yang dinyanyikan Bing Slamet.
Lagu pny 3 bagian di mana pada bagian kedua narasi satir makin kuat dan pada bagian ketiga makin blak-blakan dgn kalimat terakhir "korupsi jangan kerjain"
https://t.co/QQbfQ3U834
sok asik lu.
coretax nih ribet
mau lapor SPT tahunan aja susahnya setengah mampus. lu yang nerima duitnya.. lu juga yang nyuruh kita lapor.
tunkin paling gede, tapi kerja memble.
harusnya cukup unggah berkas sekali beres. ini ribet banget.
Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Selama bertahun2, Iran adalah negara sahabat 🇮🇩. Kita sama2 anggota NonBlok, OKI, D8, G77, BRICS. Kita sering beda pandangan dan beda posisi dgn Iran, dan sistim politik + ideologi masing2 juga beda, namun 🇮🇩 dan Iran tidak pernah cekcok. Iran punya sejumlah musuh tapi tidak pernah meminta 🇮🇩 memusuhi musuh2nya. Fokus hubungan bilateral kita adalah kerjasama, persahabatan dan saling menghormati.
Sayangnya, ketika Ayatollah Khamenei dll tewas terbunuh, Pemerintah 🇮🇩 tidak menyatakan ucapan belasungkawa, sbgmana lazimnya kl pemimpin negara sahabat 🇮🇩 meninggal. Kelupaan atau sengaja ? Kalau sengaja, yg kita takutkan apa ? Apakah yakin kita masih bebas aktif ? Krn merasakan sikap dingin kita thdp kematian pemimpinnya, tidak heran Menlu Iran menolak dgn halus tawaran mediasi 🇮🇩. Mungkin mereka menyangsikan motivasi 🇮🇩 .. something to think about #wisdomwithoutfear
@Txtdariiugm@eigeradventure Eiger 1 – Pemerintah 0
Pemerintah: “Kami turut berduka cita” di akun resmi
Eiger: Kirim truk isi tas & buku.
Kalo gini terus, tahun depan anak SD di daerah lebih kenal logo Eiger daripada Garuda.
@Txtdariiugm@eigeradventure Eager emang sgt peduli dgn pendidikan anak, thn 2017an pernah ikut volunteer ngajar di sekolah yayasannya Eager di Rote (no listrik, no sinyal), sklh 100% gratis, kurikulumnya oke dgn bhs pengantar Inggris, anak2 dpt sarapan, snacks & makan siang gratis, skolahnya buaguus banget,
Bali bukanlah di fase mencari turis lagi, tapi sudah pada fase mengelola dampak kegiatan turisme agar seiring dengan tujuan melestarikan Bali.
Tapi strategi pemasarannya masih tetap di fase mencari turis.
Halo kawan-kawan Bali! @CinemaPoetica, Sinema Akar Rumput, dan Masa Masa bakal mengadakan Klinik Kritik, kelas membaca, memahami, dan mengkritik film di Bali. Diadakan selama 4 hari di Ketewel. Dimentorin langsung oleh @adrianjonathan dan kak Ayu Diah Cempaka. Buruan daftar yuk!
#AGENDASINDIKASI Banyak yang bilang, jadi pekerja media dan industri kreatif di Bali itu banyak senangnya, banyak pikniknya. Padahal?! Banyak menangyznya 😭
Buat bahas suka dan nelangsa jadi kelas pekerja di Bali, yuk kita ngumpul bareng di diskusi *Anak Sekreatif Itu Harus Berkelahi dengan Kapitalisma: Ngorta Buruh Media dan Industri Kreatif Bali*.
🗓️ Kamis, 22 Januari 2026
⏰18:00-20:00 WITA
📍 Toko Buku Partikular, Graha Yowana Suci, Denpasar, Bali
Pekerja media dan industri kreatif di Bali, bersatulah!
✊🏻✊🏻✊🏻
Registrasi: https://t.co/uMpMmIr2Ze