Satu hal penting yang gua sadari selama 120 hari di aceh paska bencana; air bersih yang layak konsumsi dan terjangkau itu komoditi mahal banget
Kamu lagi ngerjain instalasi pipa air bersih di desa reje payung, linge, aceh tengah; harus narik pipa hdpe kurang lebih 2 kilometer ke mata air di atas bukit untuk punya akses air bersih yang layak konsumsi
Tanpa air bersih yang layak dan mudah dijangkau, ancamannya mulai dari diare, produktivitas pertanian/pangan menurun, sampai beban lebih untuk perempuan dan anak yang seringkali terbebani tugas untuk ngambil air
Sekarang di desa2 sumur mengering, sungai dan mata air menyusut, di kota harga air semakin mahal, banyak yang terpaksa pakai air kotor dan terpolusi. Biaya produksi, distribusi, permurnian, olah limbah dll juga semakin mahal. Ngga kebayang kalau el nino besok ini beneran jadi kemarau panjang.
September 2025. Gavi lagi di rumah sakit, ngejalanin operasi buat cedera lututnya.
Besok paginya, Gavi masih tidur sekaligus recovery. Sekitar jam 8 pagi, dia denger suara seorang bapak-bapak yg ngebangunin buat nanyain kabarnya.
Bukan suara bapak kandungnya, tapi pelatihnya yg udah dia anggap kayak bapak sendiri, Hansi Flick.
Gavi inget banget pas dia lagi recovery cedera ACL di tahun sebelumnya. Flick yg baru dateng ngelatih Barca kayak pengen jalin hubungan intens buat bantu ngasih suntikan moral ke dia. Gavi nda bisa bahasa Enggres, Flick nda bisa ngomong Spanesh, tapi namanya obrolan hati ke hati, pasti sampe dengan baik.
Bukan cuma ke Gavi, Flick juga ngasih suntikan moral itu ke Marc Bernal. Ini juga sedih banget, prospek DM masa depan Barca kena cedera ACL di umur 17 tahun dan mesti absen setahun.
Waktu si Bernal lagi ngejalanin prosedur operasi dan recovery, Flick juga dateng ke rumah sakit dan ngebawain dia buku berjudul "Supera tus Limites" karya Jordi Gil, yang isinya self-help buat terus semangat dan push above limit sebagai manusia.
Di halaman belakang cover bukunya, Flick nulis note yg jelas bakalan selalu diinget Bernal: "kamu itu gelandang bertahan masa depan Barca."
Semua cerita soal jiwa kebapakan Flick tadi diceritain The Athletic. Hari ini, Flick baru aja kehilangan bapaknya yang meninggal dunia. Barca's father figure lost his dad. 🕊️
Mungkin karena masih terbawa suasana hari pendidikan nasional, sehingga MU penuh dengan semangat mendidik dan mengajar. Kebetulan hari ini yang harus dididik dan diajar oleh MU adalah Liverpool.
Tentu saja MU sebenarnya bisa menang 3-0, tapi prinsip “Menang tanpo ngasorake” membuat MU sengaja memberikan dua gol buat lawan agar tim tamu tidak terlalu kehilangan muka dan tetap punya harga diri. Memuliakan tamu.
Logo boleh setan, tapi prinsip hidup tetap harus Habluminannas dan Habluminallah.
Perbandingan Sir Alex dan Pep Guardiola itu menurutku gak apple to apple sih, lebih ke apple to android. Eh.
Berat perjuangan Sir Alex di awal latih Emyu. Bahkan, pernah Old Trafford pada 1989 dipasang banner gini: "Three years of excuses and it’s still crap… ta-ra Fergie” (Sudah tiga tahun berdalih, tapi tetap jelek… selamat tinggal Fergie).
Berat bgt, nyaris dipecat. Kalo dg gaya manajemen dan fans skr kayaknya #SirAlexOut deh. Dia akui kesulitan itu di buku otobiografi-nya.
Kalian yg fans Emyu udah pada baca belum? Menurutku dlm dua buku ini bisa jadi gambaran kenapa Emyu bisa tangguh dan berjaya sekian lama. Bagi yg belum baca yuk kita bahas tipis-tipis.
Mikroplastik sudah ditemukan di sperma, plasenta, dan air susu ibu. Masuk ke tubuh kita lewat udara.
Ledakan kasus stroke, kanker, kemandulan, dll mengancam masa depan manusia.
MENOLAK PUNAH - official trailer
Kami dulu pernah disebut orang gila krn menanami lahan pasir tailing timah di belitung timur.
Lahan yg dihadapi sungguh ekstrim. Menurut ahli tanah, mungkin 20 tahunan rumput baru mau tumbuh lahan itu. Tapi gapapa. "orang gila" kan bebas. Tanam aja lah.
Tp sebenarnya, apakah kami yg berjasa?
Bukan. Nek Inah ini salah satunya yang berjasa.
Nenek berusia sekitar 74 tahun bersepeda menempuh jarak 10 km (pulang-pergi) dari rumahnya ke lahan bekas tambang untuk membantu menanam.
Liga bola Tunisia adalah liga yg konyol.
PSSInya Tunisia ga mau main setelah buka puasa karena banyak stadion yang gak ada lampunya. Kalau ada klub yang main malem tapi klub yang lain siang pas puasa, jelas gak adil.
Masuk akal lah.
Yang bikin ngakak: ketika di luar Ramadan, biasanya pertandingan jam 4 atau 5 sore. Eh pas Ramadan doang, tiba-tiba digeser jadi jam 1 atau 2 siang.
Penjelasan Ferry Irwandi tentang masalah gaji guru honorer telah digunakan oleh banyak pihak untuk menormalisasi nasib guru honorer agar mereka menyalahkan dirinya sendiri, yayasan, dan pemerintah daerah. Padahal, masalah guru adalah masalah kepemimpinan nasional.
-Thread-
Peringatan dini bagi keluarga ASN (@PNS_Ababil), 2026 UKT PTN akan tetap mahal untuk kalian.
2025 sudah kita lewati dengan perjuangan.
Ada satu catatan, yang masih membayangi pikiran saya.
Catatan yang boleh jadi, akan menjadi mimpi buruk keluarga besar ASN.
Terutama bagi ASN golongan II,
ASN tunkin jelata,
ASN pemda yang bupatinya KPK. ini juga berlaku, untuk keluarga yang bapak ibunya tamtama / bintara @DivHumas_Polri dan @Puspen_TNI
Kalian harus waspada,
bukan...
bukan waspada terhadap teror bangkai ayam yang dikirim ke rumah-rumah warga.
tapi waspada,
karna keluarga ASN akan menghadapi teror biaya kuliah yang mencekam di tahun 2026.
Saya meyakini,
kita sedang berada dalam badai siklon liberalisasi pendidikan,
di mana negara secara perlahan mulai lepas tangan dan membiarkan kampus-kampus beroperasi layaknya korporasi yang mengejar profit.
Dalam prakik ekonomi yang sesat ini, UKT mahal dipandang sebagai konsekuensi logis dari kualitas, padahal sejatinya itu adalah bentuk pengalihan tanggung jawab negara ke pundak rakyat.
Bayangkan,...
bapak ibu kalian yang PNS.
Harus nge-gendong pejabat skill issue, plus nge-gendong biaya kuliah kalian yang besar sekali.
Jika tren ini berlanjut,
pendidikan tinggi tidak lagi menjadi alat mobilitas sosial, melainkan tembok tebal yang memisahkan mereka yang berduit dengan mereka yang hanya memiliki otak encer tapi kantong kering.
Bagi anak PNS,
kalian adalah target empuk dari ketidakadilan sistem yang menggunakan "indikator buta" dalam menentukan golongan UKT.
Karena pendapatan orang tua kalian, tercatat sangat transparan di database negara,
kalian otomatis terjebak dalam kasta UKT tertinggi tanpa ada ruang untuk negosiasi—rasionalisasi.
Negara menutup mata bahwa slip gaji tersebut seringkali sudah habis dipotong cicilan rumah dan kebutuhan pokok lainya, yang terus meroket bak perfoma @juventusfc
dibawah asuhan Luciano Spalleti.
Saudara-saudara,...
keadilan sosial bagi kalian telah direnggut oleh republikh.
Bukan oleh antek-antek aseng, tapi oleh mereka,
Para pembuat kebijakan, yang statusnya WNI, sama seperti kita.
Keluarga PNS dianggap "mampu" secara administratif, hanya karena status kepegawaian orang tua.
Padahal secara faktual, banyak keluarga PNS yang sedang megap-megap menjaga napas untuk meniup tungku dapur, agar tetap ngebul.
Mereka di tengah tekanan hidup yang kian brutal.
Ada eksklusi struktural yang sangat diskriminatif, di mana kalian dianggap tidak layak menerima bantuan sosial pendidikan seperti KIP-Kuliah, namun di saat yang sama, gaji orang tua kalian tidak cukup kuat untuk membayar biaya. rumit bukan?
tapi tenang, ada kabar baik.
kabar baiknya yaitu,
kita adalah bangsa yang besar. xixixi
Tapi kalian akan tetap menjadi kelompok "yatim piatu kebijakan",
terlalu dianggap kaya untuk dibantu, tapi terlalu miskin untuk bisa bertahan tanpa hutang.
Inilah cacat logika dalam distribusi keadilan pendidikan kita.
Mereka yang jujur melaporkan pendapatan justru menjadi pihak yang paling berat menanggung beban biaya negara.
Oleh karena itu,
jangan pernah berharap pada janji manis pemerataan pendidikan jika sistem klasifikasi UKT masih bersifat diskriminatif terhadap kelompok menengah.
Pemerintah harus segera meninjau ulang standar keadilan bagi keluarga PNS,
jangan sampai mereka yang telah bekerja pada negara justru dikhianati oleh sistem yang menghalangi anak-anak mereka untuk sarjana.
Mulai diskusikan ini dengan keluarga kalian,
menabunglah sekuat tenaga, karena di tahun 2026 nanti, negara mungkin masih sibuk dengan proyek mercusuar, yang tak bisa saya tulis namanya.
karna bisa memancing buzzer nimbrung.
📹: kompasiana / @akuratco
💔West Papua Indonesia Earth's oldest living eco system existing for at least 70 million years
Look at the 292 square Kilometers of ancient forest cleared in just 21 months
Now army brought in to fast track 5 million more acres https://t.co/RzSriHCvhP
Pemerintah sih, sering melakukan ini ke kita... iya kan?
Dalam Teori Hegemoni yang dirumuskan oleh Antonio Gramsci dalam Prison Notebooks (1929–1935) dijelasin kalo pemerintah atau kelompok penguasa mempertahankan posisi mereka bukan dengan kekerasan, melainkan dengan mengontrol cara berpikir masyarakat agar merasa "nyaman" dalam ketidaktahuan.
Lihatlah hari ini,
pemerintah melakukan "penghambatan" dengan menciptakan sistem pendidikan yang mahal, gaji kelas pekerja rendah atau media yang sibuk beritakan Kidwan Ramil.
membuat rakyat tidak menyadari potensi besarnya,
sehingga rakyat tetap patuh oke gas oke gas gemoy dan tidak menjadi ancaman bagi stabilitas kekuasaan elit.
Stagnan sbg perenang daerah, tiga tahun lalu Martina Ayu Pratiwi melakukan switching karier dan mentransfer bakatnya ke triathlon.
Bulan ini, pd usia baru 21 thn, usia yg sebetulnya blm benar2 menyentuh puncak fisiologisnya, Nana menjadi Ratu Triathlon Asia Tenggara.
Nana menjadi generalist monster dgn prestasi fenomenal di 3 disiplin. Nana pulang sbg atlet Indonesia tersukses di SEA Games 2025 Thailand dgn 5 emas dan 2 perak dalam 7 nomor yg dia ikuti.
Kemampuan Nana dibentuk dgn pelatihan yg tidak hanya keras, tp brutal oleh coach legendaris dan kontroversial yg mengantarikan atlet2 nasional Brazil berlaga di empat Olimpiade bernama Cali Amaral.
📸: Kemenpora, Cali Amaral
BAYANGKAN. Ketika Presiden Prabowo bilang mau memperluas sawit di Papua, ada ribuan monster seperti ini yang sudah, sedang dan bakal menghabisi hutan Papua.
Foto: 2.000 eskavator & buldozer pesanan Haji Isam (Jhonlin Group) utk garap 2-3 juta hektar food/energy estate di Papua.
Bismillah, ini Ririe istrinya Ibam, baru recover akun ini 🙏🏼
Terimakasih doa & support untuk Ibam sekeluarga yang sedang berjuang melewati masalah hukum saat ini..
Berikut cuplikan video cerita Ibam, perkenankan juga aku sebagai istri cerita soal yang keluarga kami alami..
📝
Aku mengenal Ibam sejak 2010 ketika dia sedang kuliah beasiswa di Eropa. Setahun kemudian kami menikah dan nekat memulai hidup baru dari nol di Belanda.
Di awal pernikahan kami, Ibam bekerja sebagai software engineer di perusahaan AI logistik di Rotterdam, sementara aku lanjut kuliah S2 di Tilburg pada tahun 2013.
Jujur, kami memulai pernikahan dengan penuh keterbatasan. Akad nikah dan resepsi kami juga sederhana di rumah supaya bisa berhemat.
Sesampainya di Belanda, we had to build everything on our own karena keluarga kami bukan yang bisa "menyuntik" dana kapanpun kalau kami ada kekurangan.
Ketika aku mulai kuliah, kami pindah ke kota kecil, Dordrecht. Di sana kami berbagi satu rumah kecil mungil dengan keluarga lain. Semua demi berhemat uang untuk bayar kuliahku.
Tapi alhamdulillah, atas izin Allah, di tengah keterbatasan itu, aku lulus S2 dan kami dikaruniai kehamilan anak pertama.
Dari masa-masa sulit itu, aku mengenal satu hal pasti tentang suamiku: Ibam adalah pekerja keras dengan integritas tinggi. Dia sangat detail, perfeksionis, dan selalu berjalan lurus sesuai aturan. Ngga pernah neko-neko.
Tahun 2016, kami berada di persimpangan jalan. Sahabatnya mengajak Ibam pulang ke Indonesia untuk membantu Bukalapak. Berat sekali rasanya meninggalkan Belanda yang sudah nyaman. Tapi setelah diskusi panjang dengan keluarga, kami memutuskan untuk pulang.
Di Indonesia, Ibam mencurahkan seluruh tenaganya untuk membangun tim engineering di sana. Dia selalu semangat kalau cerita soal ketemu pelapak dan gimana mereka terbantu pakai aplikasi yang timnya bangun.
But, as his wife, aku juga melihat ada harga yang harus dibayar: kesehatannya.
Ibam memang punya riwayat jantung bawaan dari Ibu dan Kakeknya. Jantungnya selalu berkerja ekstra keras, detaknya selalu di atas 105 bpm walau sedang istirahat. Yang tadinya di Belanda ngga pernah sakit-sakitan, sejak balik ke Indonesia setiap tahun selalu saja ada penyakit berat yang datang dan perlu macam-macam operasi dan rawat inap.
Puncaknya di tahun 2023, tubuhnya seakan kasih sinyal mau kolaps. Siang hari ketika sedang kerja, Ibam tiba-tiba muntah-muntah dan oleng tidak bisa jalan. Kami segera bawa Ibam ke UGD. Alhamdulillah, kondisinya bisa distabilkan.
Beberapa bulan kemudian setelah di MRI, ternyata Ibam kena stroke ringan yang merusak saraf vestibularnya. Sejak itu aktivitasnya mulai terhambat. Belum lagi, setahun sebelumnya dia juga didiagnosa diabetes, yang juga turunan dari keluarganya.
Jujur, aku tidak paham apakah semua penyakit ini saling berkaitan atau tidak, karena aku bukan dokter. Yang jelas, as someone closest to him, I can see that Ibam has not been physically well for the past few years.
Mundur sedikit ke Desember 2019. Waktu itu Ibam dapat tawaran dari Facebook di Inggris. Setelah bolak-balik wawancara ke London, he got the offer. I still remember how happy he was when he told me about it.
Sebagai istri yang waktu itu sedang hamil anak kedua, aku sudah membayangkan akan melahirkan dan membesarkan anak-anak kami di sana.
Tapi di saat bersamaan, Ibam dihubungi tim yang sedang bantu-bantu Kemendikbud. Mereka punya visi besar soal aplikasi untuk pendidikan Indonesia. Ibam galau. Tapi setelah ngobrol dengan mereka, dia cerita ke aku:
"Kalau Facebook, 5-10 tahun lagi insya Allah masih ada. Tapi kesempatan bantu pemerintah dan pendidikan lewat teknologi kayak gini, langka banget rasanya. Ilmuku bangun aplikasi insya Allah bisa lebih bermanfaat buat banyak orang dengan kita tetap di Indo dan bikin aplikasi buat pendidikan Indonesia."
Dan yang bikin kami lebih yakin, tim itu bilang semua biaya konsultan ditanggung sebuah yayasan dan ngga akan membebani negara sama sekali.
Dengan bismillah dan istikharah, kami menolak London. Meski penghasilan jadi turun, kami yakin rezeki sudah diatur Allah. We said goodbye to London.
Tahun berganti. Ibam bekerja sebagai konsultan eksternal kementerian sejak Januari 2020. Setelah kondisi kesehatannya makin nurun pasca stroke ringan, Ibam curhat ke aku kalau dia ingin resign. Dia ingin bangun startup sendiri sama temannya supaya bisa kerja sambil bedrest dari rumah.
Di Juli 2024, setelah nabung dan kumpulin modal, mimpi sederhana itu akhirnya dimulai. Dia resign dan bikin startup AI yang support kesehatan mental.
Tapi mimpi itu ngga bertahan lama. Tanggal 23 Mei 2025, hidup kami berubah drastis.
Hari itu, ngga ada angin ngga ada hujan, rumah kami digeledah oleh APH (Aparat Penegak Hukum). Seumur hidup, belum pernah aku gemetar ketakutan seperti itu. Melihat petugas berseragam loreng hijau dan tim penyidik ada didalam rumah kami dengan jumlah yang ngga sedikit. Dengkul rasanya mau copot.
Apa yang mereka tuduhkan terhadap Ibam? Tindak Pidana Korupsi yang merugikan negara.
Rasanya seperti disambar petir. Ini kaya mimpi! Mustahil Ibam korupsi. Aku istri yang selalu bisa akses semua rekeningnya. Tidak pernah ada "uang kaget" atau dana ghaib masuk. Semua murni dari gajinya.
Rasanya saat itu juga aku ingin langsung menyodorkan mutasi rekening kami ke para penyidik dan bilang, "Silakan cek, Pak!" Tidak ada yang kami tutupi.
Lagipula, kalaupun Ibam dituduh merugikan negara, di bagian mana dia punya wewenang untuk ambil keputusan? Ibam selalu serahkan keputusan ke kementerian, he never had any authority to decide.
Juli 2025, mimpi buruk itu menjadi nyata. Ibam ditetapkan sebagai tersangka. Aku menangis sejadi-jadinya, membayangkan nasib anak-anak kami.
Coba bayangkan. Ibam itu posisinya cuma konsultan eksternal. Bukan pejabat, bukan PNS, apalagi pengambil keputusan. Tapi anehnya, dia malah dituduh "mengarahkan pengadaan" oleh para pejabat.
Padahal dari awal Ibam kasih masukan tertulis untuk Windows juga, bukan cuma Chromebook. Dan sudah wanti-wanti kalau mereka mau pakai Chromebook ada risiko yang mereka perlu pastiin dulu.
Tapi wanti-wantinya ngga didengar. Pejabat tetap jalan dengan keputusan mereka sendiri. Dan ketika jadi perkara, malah Ibam yang disalahin.
Logikanya, kalau ada niat jahat untuk mengarahkan, kenapa mesti wanti-wanti soal risikonya? Ibam sudah berbuat layaknya seorang konsultan, kasih masukan objektif lalu serahkan keputusan ke pejabat.
Yang lebih bikin nyesek, namanya dicatut di dalam SK dan kajian yang Ibam sendiri nggak pernah lihat wujudnya sampai kasus ini meledak. Di kajian itu ada kolom tanda tangan banyak orang dan kolom Ibam jelas-jelas kosong, tapi dia tetap dituduh yang nyusun kajiannya.
Sekarang, Ibam jadi tahanan kota karena kondisi jantungnya yang rentan. Kami kehilangan segalanya. Ibam kehilangan pekerjaan, startup-nya berhenti dan harus layoff semua karyawan, dan keluarga kami kehilangan sumber nafkah. Tabungan kami sekarang hampir habis.
Aku yang hanya ibu rumah tangga sekarang harus berdiri tegak mencari keadilan, termasuk mencari kuasa hukum yang sebisa mungkin pro bono karena kami ngga sanggup bayar pengacara Tipikor yang biayanya selangit.
However, I truly believe there will always be a silver lining in everything, and Allah’s plan is always the best. Mungkin ini cara Allah mau menaikkan derajat Ibam di sisi-Nya. Di balik status tersangka ini, aku tahu integritas suamiku tak pernah berubah sejak kami susah payah di Belanda dulu.
Aku memohon doa dan dukungan dari teman-teman semua untuk membagikan dan menyuarakan ketidakadilan ini.
Semoga Ibam diberikan kebebasan dan keadilan. Semoga kami dan anak-anak bisa kembali hidup normal, dan badai ini segera berlalu. Allahumma aamiin.
Gerakan Sedulur Sikep gigih melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda pd 1890 dgn cara menolak membayar pajak krn membebani petani. Inilah gerakan petani tertua di Asia Tenggara.
Dan ternyata perlawanan masih terus berlanjut.
Kalau dulu melawan kolonialis Belanda, skrng Kang Gun dkk melawan korporasi tamak dan perusak alam, menghadapi kerakusan bangsanya sendiri.
Penuntut sempat membocorkan modus akal2an Rafael Alun menyembunyikan harta hasil kejahatannya dari sejumlah perusahaan di pengadilan.
Jaksa menyebut mantan pejabat Ditjen Pajak Kemenkeu itu sengaja mendirikan perusahaan konsultan pajak, PT Artha Mega Ekadhana (ARME), menggunakan nama istrinya utk menampung gratifikasi dari sejumlah wajib pajak bermasalah. Fulus haram yg ditransfer ke rekening perusahaan itu lalu ia transfer lagi ke rekening pribadi. Uang ini terdeteksi digunakan utk membeli sejumlah aset kendaraan mewah.
Korupsi pajak Rafael termasuk kasus besar perpajakan. Blm hilang dari ingatakan publik, perkara lancung belasting kembali terungkap. 1 dari 4 nama yg dicekal Jaksa dlm kasus pengurangan pungutan pajak baru2 ini adalah Ken Dwijugiasteadi, mantan Dirjen Pajak 2016-17.
Di kasus yg berbeda, kasasi Mario Dandy juga baru saja ditolak pada 24 Nov. kemarin. JPU mendakwa putera Rafael itu dgn tindakan pencabulan trhdp perempuan di bawah umur. Dia divonis 12 thn terungku.