โIโm going solo.โ Babe, emang sejak kapan gue nggak solo? Been doing my own thing since day one, so honestly, thisโs nothing new. Just me, myself, and whatever questionable decisions I make along the way. At least I know the companyโs always guaranteed: me.
Supermarket malam ini tak terlalu ramai. Leonidas membuntut di belakang @lembahara. Katanya masih mau cari es krim titipan Deandra, tapi nyatanya masih berkeliling ke tempat lain.
"Cari apa lagi, Yan?"
@lembahara Cokelat yang disodorkan Adrian diterima kemudian dimasukkan ke dalam keranjang belanja. Bibir Leonidas mencebik perkara omelan tadi. Ah macam mamanya saja.
Keranjang belanja diambil alih dari Adrian, pun melangkah menuju kasir, "Udah ayo, keburu tidur itu ntik."
Sementara Leonidas kini beralih ke deretan camilan ringan, mengambil salah satu yang biasa suka ia makan dan juga kopi kalengan.
"Lu mau apa?" Tatapnya beralih ke @lembahara, "Gua ambilin."
@lembahara Dagunya bertengger di bahu kawannya yang sedang sibuk pilih camilan. Benar juga memang, tak pantas kalau hanya satu saja.
"Semangka boleh gak buat si ntik? Dia demen kan," usulnya mengingat bagaimana Deandra bisa habisnya satu buah sendirian.
Deandra terkuras habis.
Kepala Deandra bertumpu pada bahunya sendiri, tubuhnya sudah terduduk di lantai kamar mandi, tak sanggup berdiri.
Sakit. Sesak. Deandra benci, takut.
"Yas," dalam napasnya yang tak stabil Deandra kembali berucap, "Pulang."
Langkah Kallias Ares berlabuh di muka rumah @psychotext, sebagaimana yang telah dijanjikan. Jemarinya melayangkan ketukan singkat pada pintu, sementara sebelah tangan menenteng camilan.
โDean, Kakak sudah sampai. Kamu masih di kamar?โ
Saturday aftie in Bandung, iseng thrift hopping sama Dean. Nggak beli apa-apa, cuma liat-liat baju yang sebenernya nggak perlu juga, foto sana-sini kayak turis, and finding little ways to make an ordinary stop feel like part of the trip.