Untuk para Politisi dan Parpol yang tidak lagi bisa dipercaya,
Kalian nampaknya tidak lagi memikirkan Indonesia, tapi hanya sibuk membangun "negara dalam negara".
Kalian berbusa-busa "ngebacot" soal demokrasi, tapi ternyata politikmu masih disetir oligarki.
Kalian ngaku pembela rakyat, tapi faktanya hanya jadi penjilat.
Kalian ngaku idealis, tapi mentalmu ternyata pengemis.
Kalian merapat kemana-mana karena tersandera perkara.
Dari apa yang terjadi di hari ini, rakyat menandaimu โ sampai jumpa di Pemilu berikutnya.
Semua hanya soal ;
" TUKAR TAMBAH "
Ideologi ? Sudah lama mati.
.
.
DONG PO RA ?! LENG CELENG ?!!!
.
.
๐
#IndonesiaGelap
| @PDI_Perjuangan
https://t.co/QY4h40c3l9
MENTALITET PENJAJAH |
Pendudukan dulu, aturan belakangan.
Dalam konteks imperialisme dan kolonialisme, ada berbagai "pendekatan" yang digunakan antara lain ;
- Justifikasi ekspansi, misalnya:
Demi membangun peradaban, demi kehidupan yang lebih baik dll.
Mirip dengan narasi ; "lembaga tertentu" memiliki personil terlatih, disiplin tinggi, mampu berpikir taktis dan strategis, sangat berguna utk mengawal percepatan pembangunan, krn itu perlu dibentuk 100 batalyon teritorial pembangunan, demi menyongsong Konoha emas 2045 dan bla...bla...bla.
- Mengkonstruksi legitimasi, pasca pendudukan.
Dari perspektif (sesat) logika, disebut post hoc โข hanya karena sudah terjadi lebih dulu, maka dianggap benar dan sah, dan/ atau akan lebih mudah dicarikan dalih dan dibuatkan dalil utk membenarkan pendudukannya.
__________
Tapi ini bukan tentang penjajah.
.
.
#IndonesiaGelap
#FufufafaAibNasional
Rapat maraton di hotel mewah, tapi gue bahkan tidak menemukan RUU TNI masuk ke dalam program legislasi nasional (prolegnas) prioritas 2025.
Apa gue yang kurang update?
https://t.co/gzW3L0GBc0