@tanyarlfes Ih padahal harusnya bersyukur sih punya ortu peduli tentang agama yg baik termasuk peduli soal menutup aurat. Aku malah berharap ibuku bisa lebih sedikit peduli untuk belajar soal agama lagi. Meskipun ibuku jg sholat wajib dan puasa.
@astrianyumiaty@fannnnyb@Stakof Kasusnya aja beda... Anang ga julid kayak Ahmad Dhani, Anang ga sampai misahin anak-anaknya sampai ga boleh ketemu ibunya, Anang ga fitnah Krisdayanti
@astrianyumiaty@Stakof Padahal dari sebelum postingan Ahmad Dhani yg ini, Ahmad Dhani sendiri yg sering nyenggol dan nyindir Maia. Kayak gitu move-on apa nya?
Instagram Ahmad Dhani
Sama seperti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina (benar ya nulisnya?), saya tidak nonton pernikahan anak Ahmad Dhani dan Maia Estianty (dua idola saya di waktu kuliah).
Tapi apa yang ditulis Dhani di Instagram-nya saya baca, dan langsung teringat dengan salinan putusan pengadilan agama Jaksel yang dulu pernah beredar di Twitter (masih bernama itu, belum X).
Saya ulas di sini karena cukup mengernyitkan dahi ketika membaca tulisan Dhani itu.
"Kok, beda dengan yang saya baca dulu?"
Saya urai sejauh bacaan saya, apakah "pengakuan" Dhani ini sesuai dengan fakta hukum 2008 atau tidak?
(Disclaimer: ini putusan tingkat pertama [PA], bukan putusan kasasi MA. Untuk amar di banding atau kasasi, saya belum pegang berkasnya)
1. "Maia ditalak 3"
Talak satu bain sughra, bukan talak tiga. Dan ini bukan Dhani yang menjatuhkan, melainkan putusan pengadilan atas gugatan cerai Maia.
Dhani justru menolak perceraian.
2. "Maia selingkuh dengan pemilik TV swasta, diakui tertulis dan ditandatangani"
Tidak ada di dokumen. Majelis menyatakan tegas (kutipan langsung):
"...tidak ada yang mengarah kepada terjadinya nusyuz Penggugat kepada Tergugat."
3. Narasi "suami selingkuh dengan orang ketiga" disebut drama palsu Maia
Tamara Geraldine bersaksi di bawah sumpah mendengar langsung pengakuan perempuan yang mengaku dinikahi siri Dhani, di rumah Melly Goeslaw, sekitar 2006.
Menurut kesaksian Tamara, Dhani pernah mengirim SMS ke perempuan itu mengakui "memang enak punya dua isteri".
Setelah pengakuan itu, Tamara menerima teror dari Dhani. Majelis tidak memutus sah-tidaknya nikah siri, tapi mencatat isu ini nyata-nyata memicu kehancuran rumah tangga.
4. "Laporan KDRT palsu"
Maia melapor ke Polda Metro Jaya 20 April 2007 (bukti P.22). Tiga saksi di bawah sumpah (ayah, ibu, pembantu Maia) menerangkan: barang Maia dikeluarkan dari rumah, pakaian dikirim ke Surabaya, kamar dibongkar, lemari dijebol, baju dirobek, sepatu dibuang. Banyak hal terjadi saat Maia umrah.
Dhani tidak membantah peristiwanya. Pengakuannya sendiri: itu cara "memberi pelajaran" karena Maia tidak menuruti perintahnya.
Tidak ada temuan majelis bahwa laporan itu palsu.
5. "MA hanya mengabulkan permohonan cerai saja, hak asuh tidak dikabulkan"
Putusan PA Jaksel mengabulkan: cerai (talak satu bain sughra), hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa, Dhani wajib serahkan anak, nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan, sita marital atas tujuh aset sah, harta bersama dibagi dua.
NB: HAK ASUH
Oiya, ini tidak ada di Instragam, tapi ada di PA (bahkan saya juga kaget karena dulu gak baca sampai sana): Maia dituduh memakai narkoba oleh saksi-saksi yang dihadirkan Dhani.
Awalnya Maia menggugat agar tiga anaknya (Al, El, dan Dul) ditetapkan dalam asuhannya. Dhani menolak keras dan menghadirkan sembilan saksi yang menggambarkan Maia tidak layak mengasuh.
Salah satunya: Maia adalah pemakai narkoba.
Beberapa saksi yang dihadirkan Dhani bahkan mengaku ikut memakai narkoba bersama Maia.
Kemudian, Maia mengajukan hasil tes lab dari RS Azra Bogor dan RS Marzoeki Mahdi Bogor, dan keduanya membuktikan bahwa Maia negatif narkoba.
Majelis menerima bukti ini.
Maia juga dituduh mengabaikan anak. Namun Maia mengajukan 14 rapor sekolah anak (2006-2008) yang ditandatangani sendiri sebagai bukti keterlibatan.
Plus, ijazah S1 FISIP UI sebagai bukti kapasitas mendidik.
Amar putusan: hak asuh tiga anak ke Maia sampai dewasa. Dan Dhani dihukum menyerahkan anak, dan wajib memberi nafkah anak Rp 7.500.000 per anak per bulan.
Saya akan lampirkan berkasnya di reply, silakan baca sendiri. Dan sila koreksi jika ada kekeliruan.
“Bro you know this is the Le Epstein War right???"
The founding father of the Iranian revolutionary regime Khomeini wrote that sex with 10 year olds was permitted under Islam. He then wrote that sexually molesting infants was permissible so long as the sexual molestation did not extend to full rape.
This is literally one of the most disgusting regimes on earth. The Iranian regime systematically raped virgin teenage female prisoners before executing them to prevent them going to heaven. This was actually a practice that they implemented against thousands of innocent girls.
This is literally one of the most disgusting pedophilic regimes on the planet, they didn't need their own "Epstein Island," they transformed the entirety of Iran into a pedophilic rape dungeon.
The sooner this foul regime falls the better.
Berterima kasih lah pada Trump & netanyahu....
Ketika internet diputus dan narasi dikendalikan, rakyat Iran tetap tahu kebenarannya, bukan sekadar berita asing, tapi realita di setiap jalanan dan kota iran.
👇
@Tsiberia Wajar aja sih...jumlah rakyat Korea cuma 12% total populasi Indonesia 😌. Sama 1 provinsi di Indonesia juga banyakan 1 provinsi itu dibanding jumlah rakyat Malaysia. Makanya kebanyakan jadi akun Indonesia
@_lajoie Kebetulan lagi baca baca tweet trs Nemu tweetmu. Aku tim ikut rukyat global karena setelah beberapa tahun terakhir cari tau jadi lebih yakin ke rukyat global. Termasuk pendapat dr 4 Mazhab,3 diantaranya berpendapat rukyat yg global dan hanya imam Syafii yg lokal.