Saya 2 tahun kerja di BRGM kedeputian Litbang. Selama periode kerja BRG mungkin ada > 200 riset didanai, termasuk juga kerjasama riset dengan WRI, DHI, dll.
Risetnya multidisiplin, bahkan interdisiplin.
Kita ga kekurangan riset, tapi risetnya yg gak pernah diimplementasikan.
Hmmm sorry to say tapi stressing masalah kebakaran hutan pada ketiadaan budaya riset di daerah, dalam kondisi negara yang nggak percaya riset, nggak ngasih anggaran riset, dan Presiden yang bilang akademisi goblok sih……..agak absurd menurut saya.
Karena syarat masuk MDIS itu longgar. Gk harus tamat SMA (A-Level), tamatan O-Level (kelas 1SMA, macam Gibran) bisa ditrima. Makanya lulusannya rerata gk qualified. Jarang diterima kerja di pemerintahan atau sektor publik.
Di Indonesia malah jadi Wapres.
Apesss !!!