@kumparan Kalo elu bisa bandingin tarif ke negara lain, tolong penghasilan atau upah minimum juga dicompare
Kebijakan dicompare, fasilitas dicompare, hukum dicompare.
Jangan setengah2 kalo mau komparasi!!! Gamau?? Standar ganda lo bosss!!
"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” — Ir. Soekarno
“Pemimpin harus tegas dan mampu mengambil keputusan yang mengutamakan kesejahteraan rakyatnya di atas segalanya” — B. J. Habibie
"Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu” — Gus Dur
“Yang nyinyir-nyinyir-nyinyir biar aja itu. Nyenyenyenye” — ….
Sebagai orang yang udah nikah, kunci rezeki mengalir deras itu karena istri bahagia menikmati uang halal suaminya.
Buat yang belum nikah, JANGAN NIKAHI COWOK PELIT!
‘Mal masih ramai, jalanan masih macet, mana ada krisis. Ekonomi baik baik aja tuh.’
Kalau keadaan ekonomi tidak baik-baik saja diartikan terjadi saat orang mati dalam kamar satu kabupaten, ya kita enggak di titik itu.
Tapi, jalanlah ke tempat makan. Tanya harga bahan baku dalam beberapa waktu belakangan, naiknya berapa. Datang ke toko-toko lain, tanya harga, naiknya berapa. Pas ganti oli motor, tanya harga, naiknya berapa. Dalam waktu singkat, naiknya begitu cepat.
fun fact
juara Piala Dunia 2026 nanti sejumlah Rp 810 milyar, lebih kecil dari anggaran mbg 1 hari (Rp 1,2 triliun)
itu artinya Indonesia bisa bikin kompetisi Piala Dunia setiap hari
Teman gue beli Avanza 2019.
Harga 135 juta.
Murah dikit dari pasaran.
BPKB ada. STNK ada. Pajak hidup.
Nama di BPKB sesuai KTP penjual.
Semua keliatan beres.
Langsung deal. Langsung transfer.
3 bulan kemudian.
Dia mau jual lagi karena butuh uang.
Calon pembeli baru minta cek fisik dulu.
Bareng ke Samsat.
Petugas cek nomor rangka.
Diam lama.
Terus bilang:
"Pak, BPKB ini diduga palsu."
Teman gue shock.
Kira salah baca.
Petugas tunjuk satu per satu.
Serat kertas diterawang, gak ada benang merah biru.
Nomor seri dicek di sistem, gak terdaftar.
Hologram terlalu mulus. Terlalu licin.
Palsu. Tapi hampir sempurna.
Balik ke penjual.
Nomor masih aktif hari pertama.
Jawabnya:
"Saya juga gak tau Pak, saya beli kondisi gitu."
Telepon berikutnya.
Tidak diangkat.
Berikutnya lagi.
Nomornya tidak aktif.
Lapor polisi.
Mobilnya ditahan sebagai barang bukti.
Penjual belum ketangkap.
135 juta raib.
Mobilnya raib.
Penjualnya raib.
BPKB palsu sekarang bukan kaleng-kaleng.
Kertas mirip. Hologram mirip. Tanda tangan mirip.
Mata telanjang gak akan ketahuan.
Tapi ada 3 hal yang selalu ninggalin jejak:
1. Serat kertas.
BPKB asli kalau diterawang — ada benang merah dan biru di dalam kertas.
Palsu: polos. Atau seratnya dicetak, bukan tertanam.
2. Nomor seri.
Tiap BPKB punya nomor seri unik yang terdaftar di sistem Polri.
Cek di: https://t.co/UA5mhtlZUI
Palsu: nomornya gak akan muncul. Atau muncul tapi datanya beda.
3. Tekstur cover.
BPKB asli covernya agak kasar, ada tekstur grid halus.
Palsu: terlalu mulus dan licin waktu dipegang.
Tapi cek dokumen saja gak cukup.
Nomor rangka dan mesin juga bisa dimanipulasi.
Digerinda halus. Di-stamp ulang.
Kelihatan mulus kalau cuma dilihat sekilas.
Yang bisa deteksi: senter kuat + kaca pembesar.
Sorot miring ke nomor rangka.
Kalau ada bekas gerindaan, batalkan transaksi.
Ini checklist wajib sebelum bayar:
Terawang kertas BPKB → cek serat merah biru.
Cek nomor seri BPKB → ke website Korlantas Polri.
Pegang cover BPKB → harus kasar, bukan licin.
Sorot nomor rangka pakai senter → cek bekas gerindaan.
Bandingkan digit per digit → satu angka beda = batalkan.
Minta cek fisik bareng ke Samsat → gratis, 30 menit.
TAMPARAN TERAKHIR:
Lo pegang BPKB-nya.
Tapi gak diterawang.
Lo baca nomornya.
Tapi gak dicek ke sistem.
Lo lihat hologramnya.
Tapi gak diraba teksturnya.
Semua butuh kurang dari 5 menit.
Tapi di-skip.
Dan itu yang bikin 135 juta raib semalam.
@txtdrkuliner AFAIK data admin dari DTSEN buat acuan penyaluran bansos (prioritas desil 1-4, bottom 40%), sifatnya relatif, dibandingin dgn seluruh penduduk.
Kalau yg buat nentuin kelas miskin, menengah, dan atas pakai yg absolut berpatokan dari garis kemiskinan.
LO PADA SIBUK NGOMONGIN KORUPSINYA DADAN ?
NIH ADA 1 KASUS YANG GA KALAH GILA. Kenalin,SILMY KARIM.
Doi adalah wakil menteri imigrasi dan pemasyarakatan,dulunya ngejabat sebagai dirjen imigrasi.skrg?TERSANGKA KPK.
MODUSNYA? IZIN TINGGAL WNA SENGAJA DIPERSULIT!Supaya apa? supaya pemohon bayar ekstra. Di loket daerah bayar,pusat bayar lg.
Hasilnya?menurut KPK ada aliran dana 366 M di 96 rekening!
Yg dari gaji 3%, sisanya?
Diduga dr pemohon.
Tiap Jumat duitnya dibagi2,
kepada para oknum di dirjen imigrasi.
Silmy sendiri kebagian 100 juta, TIAP MINGGU.
Dan b4ngs4tnya,supaya ga ketauan,mereka pake rekening OB sampe kerabat.
Bahkan ada kode buat diskusi besaran jatah pake istilah "vokalis" , "GITARIS dapet berapa", KOREOGRAFER dapet berapa", dan MALAIKAT buat uang yang dikasih ke pejabat2 tinggi.
cc:threaddns.d.manace
Padahal pas pemilu 2024, banyak pengusaha vote 02 karena butuh stabilitas politik dan ekonomi. Biar bisnisnya smooth. Berharap sama 02 karena ada anak presiden incumbent, biar pas transisi ga bergolak.
Yg kejadian beneran 180 derajat.
Stabilitas gone, politik chaotic, cuan bye.
‘Rupiah melemah, tapi orang-orang masih ramai di jalan. Masih bermain di tempat wisata. Masih berangkat kerja’.
Ya emang. Kan mereka harus tetap dapat gaji buat hidup. Masalahnya, harga barang mulai naik. Kebutuhan makin besar. Nilai gaji mereka tidak sama lagi nilai sebelumnya meski jumlahnya sama. Orang-orang masih keluar rumah, karena mereka harus cari uang buat bertahan hidup. Tetap harus waras. Ini kan enggak pandemi covid. Ya kali, semua orang harus dirumah saja.