Semua argumen mas ini hanya didasarkan sakit hati dan solidaritas pada tech bros. Menurutnya inovasi pendidikan eksponensial gegabah itu nomor satu. Gaji guru nomor 1.5 kalau ga mau disebut menomorduakan.
Menurut gw cara pikir kayak gini akan bikin pendidikan gak maju2 sampai kapanpun.
After Nadiem dan antech2nya apakah pendidikan kita jadi lebih maju? Nggak. Skor PISA makin jeblok iya. Ketika di-confront jawabannya faktor covid.
Orang yang diwawancarai adalah guru. Bukan influencer it's self. Dia layak dapat panggung daripada kebanyakan kita, yang bukan guru.
Justru orang tech idealnya tanya ke mereka, sebagai techian, apa yang paling dibutuhkan untuk boost pendidikan kita, untuk siswa, untuk guru. Bukan malah merasa harus paling layak didengar pendapatnya dan para stakeholder seperti kerbau dicucuk hidungnya suruh nurut kalian. Kebalik. Kalian dengerin lalu upayakan bikin solusi. Ini dunia mereka, techian yang bantu.
Techian kan ada emang untuk membantu domain expertise bidang lain sehingga bisa memberikan value yang bisa dinilai paling efektif dan efisien. Para senior/dosen bidang tech juga sering bilang gini. Makanya soft skill 'MENDENGARKAN' ini jadi penting. Bukan mau menang sendiri, orang suruh ikut maunya elu tanpa dengerin kebutuhan paling fundamental stakeholder.
Kalau ini Gojek or Bukalapak which is swasta, go ahead. Nyari founding sendiri, stakeholder juga lebih kecil. Ini negara bos. Pake APBN yang dari duit pajak gue, elu dan semua pembayar pajak.
Ini belum lengkap.
Politik luar negeri Soekarno mengisolasi Indonesia dari perdagangan. Juche.
Padahal, Indonesia masih impor beras.
Apa Soekarno lalu cetak sawah buat memproduksi beras?
Nope. Uang yang ada malah dihamburkan ke proyek mercusuar.
Berarti tidak ada beras. Lah terus populasi Indonesia makan apa?
Ternyata, Soekarno tidak peduli.
Ternyata, ini masalah skala prioritas saja.
Yang Soekarno prioritaskan adalah ego NPD nya yang sangat besar sampai tidak rasional. Soekarno ingin punya istana besar, stadion besar, monumen besar dan LARPing terlihat keren di dunia, seperti Firaun pada zaman Nabi Musa.
Untuk memuaskan ego maniak Soekarno ini, rakyat pun kembali terpecut lapar seperti di zaman romusha, yang mana Soekarno adalah mandornya.
Rakyat lapar karena dirampok Belanda, rakyat lapar karena dirampok Jepang, dan sekarang rakyat lapar karena semua uangnya sudah diambil oleh Soekarno untuk bikin istana dan monumen dan Gelora Bung Karno dan Menara Bung Karno (yang terakhir gagal).
Kritik dibungkam. Orang yang protes dengan kediktatoran Soekarno yang makin ngawur, seperti Buya Hamka, ditangkap dan disiksa selama 2 tahun.
Iya, Buya Hamka yang ditangkap dengan seenaknya lalu disiksa secara psikologis: ruang sel menyedihkan dan tidak manusiawi, orang-orang sekitarnya diancam, dan ia diintimidasi dan dikasari aparat sampai depresi sempat terpikir untuk bunuh diri.
Alhamdulillah Buya Hamka berhasil kembali teguh di bawah injakan besi aparat dan bahkan menghabiskan waktunya dengan menyelesaikan Tafsir Al-Azhar.
Hatta tidak seberani Buya Hamka sehingga kicep.
Sementara rakyat menjerit kelaparan, Soekarno hidup mewah bak raja dan berfoya-foya hedon dengan harem animenya di 6 istana, seperti Kim Jong Il yang hidup mewah pada masa Kelaparan Besar tahun 1990an di Korea Utara.
Orang-orang Orde Baru awal seperti Menteri Ekonomi Hamengkubuwono IX pun jadi sangat terobsesi dengan swasembada beras dan produksi beras, ya gara-gara trauma kegagalan pengadaan beras di masa rezim Soekarno yang asal-asalan ini.
Di sisi dalam negeri, HB IX dan timnya ini memang kebalikannya Soekarno yang sombong. HB IX dan timnya tidak muncul, tidak membacot di podium, tidak minta disembah, tidak minta dicatat di buku sekolah atau dibuatkan patung. Tahu-tahu, beras sudah tersedia dan pupuknya sudah tersedia dan jalan logistik dan sistem irigasinya sudah dibangun.
Di sisi luar negeri, kebijakan luar negeri Soekarno paling ngawur dan merusak adalah Konfrontasi. Semua tokoh yang bertanggung jawab atas terjadinya Konfrontasi adalah tolol dan harus digantung. Sampai hari ini luka perpecahan dan kebencian kultural antara Indonesia dan Malaysia yang dikoyak Konfrontasi belum sepenuhnya sembuh.
Soekarno sendiri akhirnya lengser, jadi tahanan politik, ditelantarkan Soeharto untuk sakit keras bertahun-tahun, dan meninggal.
Ketika mayat Soekarno disholatkan, yang mengimami sholatnya adalah Buya Hamka.
Narasi efisiensi atau "penghematan demi rakyat" makin gak nyambung dengan tindakan.
Alih-alih memanfaatkan atau meng-upgrade SDM yang ada, justru terus menambah beban anggaran dengan mengangkat orang-orang seperti ini.
@dhemit_is_back@DivHumas_Polri@ListyoSigitP Dulu pas kasus Pati pihak polisi ngeles kenapa korban ga minta bantuan polisi buat dampingin ambil mobil
Nah sekarang kasus ini pihak korban udah inisiatif minta bantuan duluan waktu mau nyergap eh polisi nya kaga mau
Ini dari level atas Ampe bawah udah busuk semua
Serba salah
@PRFMnews@usabperning_ Bahan kimia berbahaya dengan volume sebesar itu berkeliaran di jalan padat penduduk dan diangkut dengan kendaraan standar sedot tinja.
Dari kasus sirup yang bikin anak-anak gagal ginjal, atau polisi yang main tembak, hidup dan mati di Indonesia seperti undian.
Inilah akibatnya kalau elo mencoba perhatian sama politik hanya 5 tahun sekali, lalu bodo amat dengan kebijakannya. Habis milih, mereka ambil manis dari elo, habis itu kasih tai.
Gua nggak bisa bilang "mamam tuh PPN 12%" karena gua juga kenak lah, bego.
Gini akibatnya IPK 2,3 dipaksain jadi wapres. Kerjanya mentok di bagi2 makanan dan ninjau proyek, ngejawab wartawan pun sulit.
Mendingan ga usah sering beritain Gibran lah, biar dia ga relevan, ga lebih dari wapres2 sebelumnya.
"Terlebih, Indonesia belum memiliki tempat yang baik bagi para penerima LPDP untuk mengembangkan kemampuan yang mereka miliki."
Terus tujuannya ngasih beasiswa apa?
Ngasih universitas luar negeri tenaga peneliti cuma-cuma?
Dosen luar jadi gak perlu cari grant buat gaji mahasiswa peneliti S3?
Capek kerja 996, dapet promosi gaji naik cuma dikit, eh malah kena potong pajak sana-sini ✂️
Sementara ada yang kerjanya fraud, bawa kabur duit orang, sekarang hidup enak di luar negeri 🤑
22-23 Agustus 2024
Banjarmasin, Tarakan, Banda Aceh, Bandung, Jember, Surabaya, Yogya, Purwokerto, Denpasar, Kediri, Palangkaraya, Serang, Jakarta, Malang, Semarang, Makassar, Kupang, Batam, Buleleng, Bandar Lampung, Padang, Palu, Majene, Mataram, Pontianak, Solo, Sukabumi, Blitar, Pekanbaru, Banyuwangi, Kendari, Gorontalo, Cirebon, Tegal, Melbourne, Palembang, Tasikmalaya, Madiun, Balikpapan, Purwakarta, Kudus, ...
Hormat.