⠀
Aku mengerjap dan berdeham, "Dengan ciuman itu, aku mau kau jadi milikku. Apakah perlu kujelaskan lagi?"
Maaf, jantungku terlalu berderu dan otakku terlalu riuh oleh gebu perasaku akan dirimu, @aristocraets.
⠀
@aristocraets ⠀
Aku memandangimu dalam diam. Memutar waktu-waktu kita bersama dalam kelebat singkat, sesaat mempertanyakan apakah isyarat-isyarat yang kuberi padamu kurang tersurat.
Konō Magi, tidakkah kau sadari bahwa aku menyukai dirimu?
Aku menginginkan dirimu menjadi milikku?
⠀
ㅤ
anganku itu benar adanya, bukan hanya pemikiranku semata. Belum lagi, saat kau memanggil nama depanku, rasa-rasanya seperti aku tengah dibuai dalam sebuah mimpi yang sebelumnya hanya menjadi bayanganku saja.
(@obstruens)
ㅤ
⠀
"Ko—Magi-san," aku melerai kecupku, tinggalkan tabun pekat dari embusan napasku menghangat, "Aku sudah menandaimu menjadi milikku. Jadi, sudah terlambat sekarang. Kau sudah terlanjur kumiliki. Kau tidak boleh ke mana-mana."
@aristocraets.
⠀
⠀
Aku jadi sedikit lebih tamak oleh responsmu. Kutelengkan jemala, meraih bilah bawahmu untuk beri sesap kecil, tak embuh bila kau rasa tak nyaman nantinya. Tanganku yang lain melingkari pinggangmu.
⠀
⠀
Ujung hidungku bertabrakan dengan bangirmu, berebut oksigen dalam embus suamnya.
"Aku akan melakukannya."
Kukecup lembut bilah bibirmu, menguncinya dalam pagut nan laun.
@aristocraets.
⠀
⠀
"Aku tidak tiba-tiba ingin menciummu, tetapi aku selalu ingin. Namun, aku begitu pengecut, sepertinya?"
Kupangkas lagi jarak antara kita, "Tidak lagi kali ini. Jadi, karena kau tak segera beranjak ..."
Keningku kini menyentuh milikmu.
⠀
⠀
Aku menarikmu mendekat dan memandang manikmu lekat.
"Kau lebih cantik, Konō-san. Kau lebih cantik dari langit yang ada di sana," kuelus pergelangan tanganmu.
⠀
⠀
Aku menepuk-nepuk dadaku pelan, "Aduh, maaf, Konō-san. Itu ... aku tidak sengaja. Itu hanya pikiranku saja."
[Yumiki Sai, kau membuat dirimu sendiri kian terlihat aneh di depan pujaan hatimu, bodoh.]
⠀
@aristocraets ⠀
.... Hah?
Aku mengerjap dua kali seraya pandangi parasmu, mencari tahu apa maksud di balik tuturmu itu. Aku memiringkan kepala.
"Memangnya aku bilang apa, Konō-san?"
⠀