Indonesian authorities have shut down several screenings of a new documentary about alleged human rights abuses in Papua, including Indigenous land seizures.
Al Jazeera’s @JesWashington explains the controversy.
Pertanyaan yg sy kutip ini mencerminkan pola pikir "perfect victim"—penderitaan harus sempurna utk org disebut korban. Org baru miskin klo sama sekali gak bisa beli apa pun. Klo bisa online berarti blm miskin. Bisa tertawa berarti tidak menderita. Dst.
hidup seakan hitam-putih.
bukan masalah “zaman sudah berubah” emg bener lambat laun pasti banyak pekerjaan yg awalnya harus manual skrng jadi bisa dikerjakan mesin. contohnya penjaga gerbang tol
tp masalahnya AI dalam konteks seni itu MENCURI jutaan karya orang dan mengklaim sebagai ciptaan AI 😊
Prabowo Subianto is centralising power, marginalising opposition and spending beyond Indonesia’s means. He could undo 20 years of economic and political progress https://t.co/XiM5hgMhyi
Photo: Reuters
Mun anak bapak minim prestasi, solusi bapak naon:
- beri fasilitas belajar lebih baik
- beri akses ke pengajar² terbaik
atau
- nama anak bapak nu diganti?
Siswa SMAN 5 Bandung Keberatan Nama Sekolah Diubah Jadi "Sekolah Maung"
Sejumlah siswa SMAN 5 Bandung mengungkapkan keberatannya terhadap rencana perubahan nama sekolah mereka menjadi Sekolah Maung, gagasan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkap alasan di balik rencana mengubah sejumlah sekolah negeri favorit menjadi Sekolah Manusia Unggul (Maung). Menurutnya, kualitas sekolah unggulan di Jawa Barat terus mengalami penurunan sejak sistem zonasi diterapkan secara luas.
Sebanyak 41 sekolah negeri di Jawa Barat telah dipilih sebagai pusat pengembangan Sekolah Maung. Komposisinya terdiri dari 28 SMA dan 13 SMK yang ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027. Di Kota Bandung, dua sekolah elite yang masuk program itu adalah SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung.
Rio/PRMN
#sekolahmaung #SMA5Bandung #jabar #dedimulyadi
Otoriter itu term politik,
Saya simpulkan kenapa bisa mengarah kesana:
1. Tersisa hanya PDIP Oposisi di Parlemen (itupun masih gamang);
2. Prabowo bilang oposisi itu budaya barat, Indonesia tidak perlu oposisi;
3. Dalam berbagai pidato, Prabowo punya sentimen sama orang pintar dan kritis.
4. Pelibatan unsur dan budaya militer untuk semua kegiatan sipil, dari Retreat kabinet, Pendamping Haji sampai pembekalan beasiswa LPDP;
5. Pelibatan unsur militer untuk mengelola program pemerintah, MBG dan KDMP;
6. Kekerasan terhadap masyarakat sipil meningkat, penyerangan yang melibatkan unsur militer lebih sering terjadi, tidak hanya di kasus Andrie Yunus yang paling parah, sampe penjaga warung Madura dan kurir makanan kena gebuk;
7. Ancaman dan teror untuk siapapun yang kritis terhadap program pemerintah;
8. Tekanan terhadap Media Massa untuk tidak memberitakan yang buruk2 bahkan intervensi pemberitaan;
Silahkan ditambah;
i guess, human beings are never truly well equipped to be constantly bombarded by others’ opinions and personal stories. So i get it that it can be so hard not to take it too personal with whatever pops up in socials (when it’s not addressed directly to us). the worst of it all? these big techs hired behavioral experts whose job is to keep us hooked, because they want us to stay here as much time as possible, so they can show us as many ads as possible. kaching kaching for them, mental exhaustion for (most of) us.
Pernah liat di thread. Berita internasional, kunjungan presiden RI yg maraton, multi negara.
Ada org luar komen dlm english. Intinya krg lbh dia blg:
"Percuma gencar promosiin investasi di negerimu. itu bos gojek yg konsepnya revolusioner, buka jutaan lap kerja, idenya ditiru bnyk negara, malah masuk pengadilan krn tuduhan berbau kriminalisasi,
pdhl dia asli bangsamu sndri.
Mana ada investor mau percaya naruh duit di negerimu dg kondisi hukum yg tdk pasti. Mending ke SG, MY, atau vietnam"
cc:alrogritm
Sebab membaca itu sesungguhnya bukan hanya sekadar "memasukkan" teks ke dlm diri. Sebelum membaca, kita sudah membawa bekal entah pengalaman, sejarah, perasaan, trauma, di dlm diri. Bekal itu bisa jd pendukung yg mengiyakan apa yg dibaca, tp juga bisa menolak