Hallo gess!
Disini saya buka jasa & detailnya sudah tertera pada poster dibawah yah! Jadi buat kalian yg lagi membutuhkan atau mo nanya2, jangan sungkan2 buat dm saya ok!
Kalo ada kenalan kalian yg lagi butuh jasa ini, monggo di-share ingfonya
BUAT 3 ORANG PERTAMA DISKON 30% HEHE
Semalam, khatib tarawih ceramah yg bikin gue overthinking..
Gimana kalau selama ini kita tuh cuma lagi pakai headset VR canggih? Dan realita yang kita lihat sekarang hanya sekadar "Simulasi"? 🤯
Dan saat kita mati, VR-nya dilepas, lalu kita terbangun dan menyadari... "Oh, ini toh kehidupan yang SESUNGGUHNYA"
"Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, seandainya mereka mengetahui" QS Al Ankabut 64
QS Al Ankabut itu nyebut jelas banget bahwa kehidupan dunia itu cuma GAME, kayak kita itu ada di dalam game RPG (Role-Playing Game) atau Virtual Reality.
Kita seolah-olah adalah player yang lagi login ke dalam game bernama "Dunia". Kita diturunkan ke server ini dengan satu Main Quest yang jelas: Beribadah, jadi manusia yang bermanfaat, dan ngumpulin bekal buat Endgame.
Tapi, instead nyelesain Main Quest, kebanyakan dari kita malah habis-habisan ngerjain Side Questnya. Side Quest-nya emang didesain super menggiurkan. Numpuk harta sampai triliunan, ngejar validasi sosial, gila jabatan, pamer kemewahan.
Kita habis-habisan grinding sampai lupa sama Main Quest-nya. Padahal waktu main (umur) kita di game ini ada limit-nya.
Terus suka kesel kan ngelihat orang jahat, licik, penindas, tapi hidupnya kelihatan "menang" dan enak banget di dunia?
Nah, sadar nggak sih, bisa jadi mereka itu cuma NPC (Non-Player Character) atau obstacle yang emang di-setting buat jadi ujian rintangan buat kita para Player?
Kemenangan orang-orang jahat itu semu. Mereka cuma "kelihatannya" aja menang, tapi ya itu simulasi aja.
Saat timer kita habis (mati), headset VR ini bakal dicopot paksa. Di momen kita "terbangun" di dimensi yang sesungguhnya, semua harta, mobil mewah, dan score duniawi tadi nilainya hangus jadi NOL BESAR.
Sekaya apapun di game, yang dihitung ya pencapaian kita di Main Quest kan? Sia-sia banget kalau waktu yang dikasih malah habis buat ngejar hal-hal fana yang nggak bisa dibawa log out.
Jadi tamparan keras sih buat diri sendiri pas lagi tarawih semalam. Kadang kita terlalu serius mikirin Side Quest sampai lupa kalau ini cuma mampir bentar.
Fokus ke Main Quest, Players. Jangan sampai pas VR-nya dilepas, kita cuma bisa nyesel karena salah prioritas.
Semoga di sisa waktu Ramadhan yang masih singkat ini bisa kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Salah satu cognitive dissonance terbesar yang aku perhatikan dan alami ialah bagaimana kehidupan moden secara berterusan mencabut manusia daripada fitrah asalnya. Ia tidak berlaku secara mendadak, tetapi perlahan dan sistematik, menghakis sifat manusiawi, lalu menjadikan manusia sebagai angka yang boleh diganti, semata-mata untuk memacu sebuah ekonomi yang berpaksikan riba’.
Pekerjaan yang sepatutnya mengisi sela-sela waktu antara solat kini telah terbalik peranannya. Ia tidak lagi menjadi alat untuk menyokong kehidupan, tetapi berubah menjadi tujuan hidup itu sendiri. Kita tidak lagi bekerja untuk hidup, sebaliknya hidup untuk bekerja.
Daripada situ, ibadah pula terdegradasi menjadi sekadar “tambahan” dalam hidup: sesuatu yang diselitkan jika ada masa, bukan lagi paksi dan tujuan utama kewujudan. Solat, zikir, dan ketaatan terpaksa menunggu di celah jadual, bukan jadual yang tunduk kepada ibadah.
Maka tidak hairan apabila kita mula tertanya-tanya mengapa dunia ini seakan tidak pernah cukup untuk tengkolok kita. Semakin dikejar, semakin ia menjauh. Semakin digenggam, semakin kita rasa kosong. Kita sentiasa haus dan dahaga, bukan kerana kekurangan, tetapi kerana arah hidup kita telah tersasar daripada fitrah, daripada tujuan sebenar yang sepatutnya menghidupkan jiwa.
Istighfar.
Banyak orang yg ga sadar hal ini.
Ketika kamu merasakan penderitaan dalam hidup, perbanyaklah istighfar.
Kenapa?
Karena penderitaan itu berat kalau dipikul sendiri dan akan jauh lebih ringan jika kamu berserah diri kepada "sosok" yg lebih besar.
Gak peduli sebesar apapun masalahmu, Allah SWT selalu lebih besar.
Dan salah satu cara berserah diri adalah dgn beristighfar, mengakui kesalahan dan ketidakberdayaan.
Insya Allah, hidup akan jauh lebih ringan.
If Allah tests you, it means He sees strength in you - even if you don't see it yourself.
So remember: it's not rejection.
It's a selection. A sign that Allah wants you close.
🚨 URGENT:
In Jakarta, Indonesia (28/8/2025) police brutality has led to a civilian killed after being run over by a Brimob vehicle
CCTV in the area has been shut off. Please help amplify this globally because the Indonesia government and police want to make this stay hidden
Lesson from Surah Kahf: A rejection, a loss, a delay isn't always a deprivation, it is indeed Allah’s divine help to protect you, give you better and reward you.
please be kind to yourself, especially on your bad days, when you’re in dark spaces mentally, when you’re not okay, please treat yourself with love & be gentle & patient.
take a deep breath, take a break and do whatever helps you to get through it. You got this. It will pass. <3
TOLONG JANGAN DI SKIP 🙏😢
AL-FATIHAH UNTUK JASAD² YG TAK BERDOSA , 4500 BAYI #GAZA KORBAN KEKEJAMAN ISRAEL ZIONIST .
Innalilahi Wainnailaihi Raji'un smoga Husnul khotimah Syurga tempatnya Allah berikan balasan yg setimpal bagi mereka yg dzalim Aamiin Ya Rabb' Allahuakbar 🤲