🚨 SURABAYA BERGERAK 🚨
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Airlangga (Unair), Aliansi BEM SI Jatim, dan BEM Nusantara Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (17/06).
Massa aksi menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), evaluasi Kopdes Merah Putih, serta pencabutan UU TNI dan UU Polri.
Aksi berlangsung dengan berbagai orasi, poster, dan penyampaian aspirasi yang mewarnai kawasan sekitar Grahadi.
🎥 Rekaman lapangan
sc: radioelshinta
#Demo
https://t.co/79viy3uVY9
Guys, ini keren banget.
Akhirnya kita bisa menyaksikan langsung di medsos, kemarahan rakyat kecil terhadap MBG.
Selama ini kita hanya mengetahuinya dari intelektual dan kelas menengah..
Jarang sekali rakyat kecil bersuara terang-lantang di depan media. Mana pakai bahasa aktivis pergerakan lagi. Menentang keras MBG dan bahkan menghujat SPPG.
Ini mematahkan argumen bahwa rakyat kecil sepenuhnya diuntungkan oleh MBG.
Sebagaimana yang disebut-sebut oleh buzzer.
Yang dukung palingan pekerja SPPG doang.
POV dari tempat lain. Mereka niat banget ya nyiapin penyusup sebanyak itu.
Btw intel parcok/parjo biasanya sering buka hp atau pake earphone. Coba liat aja kalo ada yang sibuk main hp, pasti itu intel nya.
Atau tiba-tiba ada orang yang rusuh sendiri biar yang lain ikutan rusuh juga. Pasti dia Intel yang merangkap jadi provokator.
Dulu pas demo di bandung juga gitu. Tiba tiba rusuh sendiri eh ga lama salah satunya ada yang lempar gas air mata, lalu ketauan kalo dia intel. Trus dia lari ke pasukan polisi karena dikejar pendemo.
Ada videonya kalo gak salah
Our president, leader of the Republic of Indonesia, watches the poor eat their meal.
He does the watching from a lavish setting, his own plate stacked with expensive food.
Poverty as an evening's entertainment.
Prihantini tetap mencoba mempertahankan travel grantnya dgn mengirim screenshot2 kepada pihak organizer seolah2 ada boycot personal dari kami, walaupun sudah mengakui dan minta maaf secara publik melalui akun instagram baru mereka. Berikut email yang kami dapatkan dari organizer.
Pemalsuan riset terorganisir yg baru ketahuan saat konferensi di Denmark ini jatuhnya WHITE COLLAR CRIMINAL.
Saya pun penasaran jejaring pelakunya. Di akun IG w.o.d.d sebenarnya udah di-spill nama2nya.
Tapi saya penasaran jejak digitalnya di internet. Dan ini yg saya temukan
Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. https://t.co/sFoBm6AbMx