Di kerjaan freelance yang gua kerjain, bukan client yang biasa gua dapat, gua pernah suatu ketika “diadu” sama AI untuk liat
1. seberapa cepat
2. seberapa bagus
3. yang paling penting, does it solve the problem? (kerjaan gua concept art)
hasilnya
1. Ai memang lebih cepat memuntahkan hasil polished, tapi untuk ngutak ngatik hasil tersebut supaya sesuai brief tetap makan waktu dan merepotkan. Ending nya ternyata gua masi lebih cepat.
Kerjaan gua emang gak langsung polished, tapi langsung targeted sesuai brief. dan gua udah lakuin ini 10+ tahun, i’m generally fast.
2. Bagus Jelek itu subjektif, tapi AI cenderung polishing semua bagian sampe noisy, gak ada good sense of flow, composition and shapes, atau risky decisions yang work out in the end.
plus, ide nya selalu “aman”. Sampe hari ini kalo lu promot GenAI bikinin armor SCIFI pasti mirip ironman.
3. It does solve the problem but not without extensive human involvement, jadi gak bisa dibilang AI nya solving.
Makanya gua selalu bilang, orang yang bilang AI bisa melakukan pekerjaan visual dengan lebih bagus dan cepat itu either
1. Ga ngerti ngerti amat
2. Ga jago jago amat di profesi nya
3. Main di entry level which is secara objektif memang paling kena disrupt
once your job requires deliberate thought, AI ceases to be a replacement and becomes a tool like any other tool, the difference is it comes with more ethical considerations you have to make.
A Danish scientist counted bugs on the same windshield, same road, same conditions, every year for 20 years. By year 20, 80% of the insects were gone.
In Germany, a group of volunteer bug scientists did something even bigger. They set traps in 63 nature reserves, not farms, protected land, and weighed everything they caught. Same traps, same method, 27 years straight. The total weight of flying bugs dropped 76%. In midsummer, when insects should be peaking, it was 82% gone. A follow-up in 2020 and 2021 checked again. No recovery.
In the UK, they literally ask drivers to count splats on their license plates after a trip. The 2024 count came back 63% lower than just 2021. Three years.
A 2020 study pulled together 166 surveys from 1,676 locations around the world. Land insects are disappearing at roughly 9% every ten years.
Here’s where it hits your plate. About 75% of the food crops we grow depend on insects to pollinate them, everything from apples to almonds to coffee. One 2025 study modeled what a full pollinator collapse would look like: food prices jump 30%, the global economy takes a $729 billion hit, and the world loses 8% of its Vitamin A supply.
Birds are already feeling it. North America has lost 2.9 billion birds since 1970. A study from just weeks ago found half of 261 bird species on the continent are now in serious decline, and the losses are speeding up in farming regions. The birds that eat insects lost 2.9 billion. The birds that don’t eat insects? They gained 26 million. That ratio tells the whole story.
One of the German researchers behind the 27-year study drives a Land Rover. He says it has the aerodynamics of a refrigerator. It stays clean now.
Kalau diskusinya masih sebatas “laki-laki provide rumah, mobil, lalu perempuan provide apa,” berarti pemahamannya masih di level transaksi, bukan pernikahan.
Karena hari gini, banyak perempuan bisa provide rumah, mobil, dan kehidupannya sendiri. Itu bukan lagi sesuatu yang eksklusif milik laki-laki.
Yang jauh lebih langka dan jauh lebih mahal adalah kemampuan membangun dan mengelola kehidupan bersama.
Pernikahan bukan semata biaya rumah dan mobil. Itu bagian obrolan level permukaan banget 😅
Biaya terbesar dalam pernikahan adalah hal yang tidak bisa dibeli pake uang: kematangan emosional, kapasitas intelektual, stabilitas karakter, dan kemampuan mengelola rumah tangga sebagai sebuah sistem.
Apalagi kalau you memutuskan punya anak.
Biaya membesarkan anak bukan hanya makan dan sekolah. Tapi kemampuan orang tua menjadi figur yang stabil, hadir, dan layak dicontoh. Kemampuan mengelola emosi. Kemampuan membuat keputusan jangka panjang. Kemampuan menjaga struktur keluarga tetap utuh. Semua itu ngga bisa digantikan oleh uang.
Jadi kalau diskusinya masih berhenti di “siapa provide rumah dan mobil,” honestly bukan perempuannya yang perlu dipertanyakan.
Tapi kesiapan berpikir laki-lakinya.
Karena pernikahan bukan tentang siapa membawa apa. Tapi tentang apakah dua orang punya kapasitas untuk membangun sesuatu yang jauh lebih besar dari diri mereka sendiri?
Kalau masih melihatnya sebagai transaksi, mungkin memang belum siap untuk menikah.
Manusia akan berubah jika mengalami 5 hal ini :
1. Kehancuran ekonomi keluarga
2. Pengkhianatan dalam cinta
3. Kehilangan orang yang disayang
4. Selalu diremehkan orang lain
5. Mengalami kegagalan terus menerus
Gua mulai rutin tidur malam minimal 7 jam bukan karena pengen produktif, tapi supaya gak marah-marah
Setelah baca satu systematic review dan meta-analysis di Sleep Medicine Reviews yang menganalisis 60 penelitian, gua baru paham bahwa kurang tidur punya hubungan kuat dengan kecenderungan marah dan perilaku agresif.
Pada beberapa studi eksperimental, orang yang sengaja dibatasi tidurnya 4–6 jam per malam menunjukkan peningkatan amarah, impulsivitas, dan reaktivitas emosi. Bukan karena mereka “orangnya pemarah”, melainkan karena otaknya lagi capek.
Kondisi kurang tidur bikin hormon stres meningkat, regulasi emosi terganggu, dan bagian otak yang tugasnya ngerem emosi jadi kurang optimal
Jadi kalian masih mau kurang tidur?
Thirty years ago, Ebiet searched for answers to recurring disasters, questioning the sea, the sky, and the sun, but finding only silence.
He assumed maybe God was tired of us or nature had turned away.
Today, the question has an answer.
The cause of the disasters isn't divine or nature.
It's the government
Dropping logistik untuk pengiriman kloter 2 dibuka ya, silakan didrop di @pamitnyameeting
- Antara jam 12:00 sampai 00:00
- Kebutuhan mendesak saat ini adalah obat2an, pembalut dan makanan kaleng
- Kalau item dipacking/dicampur dalam kardus lain tolong diberi label keterangan isi untuk memudahkan penyortiran
- TIDAK menerima pakaian bekas; selimut, alas kaki, pakaian dalam baru diperbolehkan
- Jangan menggunakan truk/kendaraan besar
Berikut video analisa Dr. Dino Patti Djalal mengenai "9 Pelajaran Penting dari Tsunami 2004 utk Penanganan Banjir Sumatra". Silahkan disimak & bantu sebarkan kpd Pemerintah, aparat, publik, korban & keluarganya. Media boleh kutip freely. @prabowo@SBYudhoyono@fpcindo@BNPB_Indonesia #banjirsumatra
Your go-to Ceraplump Tinted Lip Balm is back with exciting NEW Shades! 🃏♥️
3 new Ceraplump shades
EXCLUSIVE on TikTok Shop
🛒https://t.co/obqouK93SS
Which one’s going to your bag first?👇