bapak ini cerita fh ugm lagi dampingi desa dan kelurahan di jogja bikin aturan desa
tapi para lurah dan perangkat desa malah lebih banyak curhat soal kopdes merah putih
dari obrolan itu, muncul kekhawatiran soal pemilu 2029
yang dikhawatirkan warga desa (dia kutip langsung dari mereka)
"pak, jangan-jangan ini mau dipakai untuk pemilu 2029"
"jangan-jangan kami mau disandera"
kalau ada apa-apa, mereka takut "diinjak" dan dipaksa tanggung jawab secara pidana
kalau menolak, mereka takut "diimbal", dapat perlakuan hukum yang berbeda, yang kaitannya lewat pemilu
gampangnya, maksud "disandera"
desa disuruh tanda tangan terima gedung, mobil, motor, padahal nilainya diragukan
kalau nanti ketahuan ada korupsi, yang sudah tanda tangan bisa ikut kena
jadi desa merasa "terikat", dan takut itu bisa dipakai buat menekan mereka secara politik menjelang pemilu
sikap zainal soal ini
dia bilang gak mau ngomong lebih jauh soal itu
tapi kecurigaan serupa sudah mereka sampaikan di film "dirty vote 2"
penutupnya dia bilang ke pemerintah: "ada yang salah dari cara kalian, perbaiki sebelum anda dirombak di 2029"
alasan dia menganggap kecurigaan itu wajar
tata kelola kopdes dianggap berantakan dan gak jelas
desa gak tahu harus lapor ke mana: kemenkop, kemendes, atau kemendagri
tanah kas desa dan dana desa dipakai, tapi desa ikut menanggung risiko
kpk sendiri pernah menemukan tata kelolanya bermasalah dan berpotensi korupsi
tapi pemerintah tetap jalan terus, bahkan presiden menyebut pengkritik sebagai orang yang gak senang indonesia maju
sudah ada 4 ketum parpol yang ada di kabinet prabowo
golkar - bahlil lahadalia
jabatan: menko hilirisasi dan transisi energi, sekaligus tetap menteri esdm
pkb - cak imin (muhaimin iskandar)
jabatan: menko pemberdayaan masyarakat, sejak oktober 2024
pan - zulkifli hasan (zulhas)
jabatan: menko pangan, sejak awal kabinet 2024
demokrat - ahy (agus harimurti yudhoyono)
jabatan: menko infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, sejak oktober 2024
maka jika prabowo ingin maju di pilper 2029 tidak akan ada hambatan
sebagai gambaran perolehan kursi DPR RI 2024
- PDI-P: 110 (18,97 persen) kursi
- Golkar: 102 (17,59 persen) kursi
- Gerindra: 86 (14,83 persen) kursi
- PKB: 68 (11,72 persen) kursi
- Nasdem: 69 (11,9 persen) kursi
- PKS: 53 (9,14 persen) kursi
- PAN: 48 (8,28 persen) kursi
- Demokrat: 44 (7,56 persen) kursi
kalau dijumlah
4 partai ini punya total 262 kursi dari 580 kursi dpr, sekitar 45%
ditambah gerindra (partai prabowo) 86 kursi, jadi 348 kursi, sekitar 60%
dengan dukungan sebesar itu, kebijakan dan program gampang lolos di dpr
suara oposisi di dpr jadi lemah, kritik makin sedikit
pdi-p sebagai partai terbesar tinggal sendirian di luar
kalau program prabowo sukses, bisa dijual jadi prestasi bersama pas kampanye
mesin partai sampai ke daerah bisa ikut gerak bantu menang
reshuffle bisa jadi alat "hadiah dan hukuman", biar partai tetap setia
pas tau KOL bisa ngehit gaji 3 digit bermodalkan endorsement dgn harga ratecard ga masuk akal lngsung shock bngt. meanwhile tenaga pendidik, driver ojol dkk yg makan waktu & kena power of abuse gajinya sangat mengenaskan
*Aktivis disiram air keras.
*Warga sipil masih terus dibunuh di Papua.
*Ada dugaan kelalaian dalam tenggelamnya kapal KMP Virgo.
*Persoalan kekerasan kpd jurnalis nggak selesai2.
*Angka kematian di pengungsian akibat gempa NTT tembus 94 orang, hampir dua kali lipat dr gempa itu sendri.
*Dll, dll..
Anda sbg menteri HAM malah sibuk ngurus remah2 dgn caption nggak jelas kayak gini.
Anda itu menteri serius nggak sih?
Ada hal menyebalkan yang mengusik sisi gelap saya ketika melihat sosok tua bangka Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, di mana rasanya saya ingin sekali memaki dan meludahi wajahnya ketika melihat sikap arogan yang dia perlihatkan. Bagaimana tidak? Setelah dokumen kunjungan ke luar negeri bersama ‘tai-tai’nya (baca: anak/keluarga) bocor di media sosial, si tua bangka ini melakukan mutasi terhadap beberapa internal KementerianPekerjaan Umum, bahkan mereka yang sudah mengabdi selama 14 tahun pun tak luput dari mutasi ini karena dicurigai telah menyebarkan dokumen tadi.
Bola pun semakin liar di mana terdapat percakapan seputar keluarga tua bangka ini, mulai dari istrinya yang selalu ikut ketika Hanggodo berdinas, gila hormat, hingga memaki bawahannya (perkara salah memberi garpu-sendok yang ternyata harus khusus). Selain itu, istri si tua bangka ini juga dikabarkan ingin naik gunung tapi naik helikopter hanya untuk berfoto di sana.
Video Hanggodo yang menolak bersalaman dengan bawahannya ketika turun dari private jet, membuat mulut ini semakin gatal, rasanya tak tertahankan hingga ingin sekali memaki-maki dengan kata-kata kotor. Tapi saya ingat, ada UU ITE yang bisa menjerat saya jika makian ini tydack dimodifikasi. Selain itu, kabar bahwa keponakannya menjadi komisaris di KemenPU pun semakin membuat saya bersemangat untuk menghujat spesies hyna ini.
Nah dengan sikap arogan dari tua bangka dan ‘tai-tai’nya, yang jadi pertanyaan adalah apakah Prabowo berani untuk memecat si tua bangka Hanggodo?
-Sebuah Esai-
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
How Indonesian “justice” works:
—Arrest Nadiem with no evidence of wrongdoing as he tried to reform the country as a minister.
—Prosecutor loses face in court due to the ridiculousness of the case.
—To save face, the judge gives Nadiem 10 years in jail anyway.
—Next step? Nadiem is likely released on a presidential intervention.
Indonesia is a laughing stock on the global stage.
Former Indonesian Education Minister and Gojek co-founder Nadiem Makarim was found guilty of corruption over a pandemic-era procurement of Chromebooks for schools, a ruling likely to intensify investor concerns about how Southeast Asia’s largest economy distinguishes graft from disputed policy and business decisions. https://t.co/SkL3nGWoMz
📷: Yasuyoshi Chiba/AFP/Getty Images
JUST IN: Tanggapan Media Askar, Dosen UGM sekaligus Direktur Kebijakan CELIOS terkait meningglanya 5 calon Manajer KDMP
"Ungkapam duka cita itu tidak mengembalikan nyawa saudara kita"
"Selama 10 tahun terakhir, empat orang meninggal dalam wajib militer di Korea Selatan, dan itu jumlahnya dua juta orang."
"Indonesia, hanya dalam dua minggu, lima orang meninggal untuk pelatihan militer. hanya pesertanya 32.000 orang."
"Lebih ironi lagi, di Korsel itu pelatihan militernya untuk perang, di Indonesia pelatihan militernya untuk calon manajer toko kelontong, ini absurd, ini aneh, ini tidak bisa diterima dengan akal sehat!"
"Jadi cara berpikir kebijakan kita balik lagi ke 1970-an, dan menurut saya, saya sepakat untuk dihentikan saja"
"ANGGARAN ITU MUNGKIN BISA HILANG, TAPI NYAWA ITU TIDAK BISA DIKEMBALIKAN."
JUST IN: Dua peserta Latsarmil KDMP meninggal dunia. 🚨
1. Almh Anisa Muyassaroh
Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Meninggal dunia akibat heat stroke.
2. Alm Yonanda Muhammad Taufiq
Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja Meninggal dunia akibat henti jantung.
Satu nyawa yang hilang saja seharusnya cukup menjadi alasan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Ketika dua peserta meninggal dalam proses yang sama, pertanyaan mengenai urgensi, proporsionalitas, dan aspek keselamatan tidak bisa lagi diabaikan. Benar-benar perlu ada evaluasi serius terhadap relevansi Latsarmil dengan tugas dan tanggung jawab seorang Manajer KDMP.