BREAKING NEWS HARI INI!
Kasus Korupsi MBG Makin Melebar! Setelah Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan ditetapkan sebagai tersangka, Kejaksaan Agung kini juga mengungkap dugaan keterlibatan oknum TNI aktif berinisial BU yg masih berstatus prajurit aktif, penanganan perkaranya dilimpahkan ke Jampidmil melalui mekanisme koneksitas.
Sampai kapanpun tikus² ini akan pesta uang rakyat krena memang kesempatan itu terbuka luas.
Pelaku TNI aktif, percaya bakal dihukum setimpal?
Bubarkan MBG..!!
Pertanyaannya knapa rakyat tetap memilih pasangan prabowo gibran..padahal sdh sangat jelas siapa mereka...apalagi prabowo sangat jelas jejak hitamnya di negara ini..laknatlah seberat beratnya wahai bumi dan langit yg memilih pasangan ini
Ini tentang Bolosego yg kmaren viral masalah pungli di Alun² Kidul Jogja.
Berdiri sejak 2020 saat covid 19 ngamuk dari sekedar dapur rumahan oseng mercon sampe hari ini punya 3 outlet utama di Jogja, belasan agen dan ratusan reseller di seluruh Indonesia plus bisnis on line ditambah 180 karyawan.
Dari penjualan offline & online diperkirakan omzetnya sekitar 2,5 - 4,1 miliar/bulan atau 30 - 50 miliar/tahun.
Sedangkan pajak yg ditagihkan sebesar 1,3%-1,5%, setahuku PPH untuk UMKM itu sebesar 0,5% jika omzet lebih dari 4,8 miliar/tahun.
Bisa dihitung sendiri berapa pajak yg harus dibayar.
Masalahnya adalah sambatan bliyow ini manusiawi, waktu susah merintis pemerintah ga hadir...eh bgitu sukses pajaknya nongol...
Pasti bliyow kaget dengan angka 1,5 miliar itu.
Aturannya memang gitu, meskipun kliatan ga manusiawi. Kecewa karena sudah bayar pajak tpi dikorupsi sama pejabat² termasuk orang pajaknya sendiri atau salah perhitungan pengenaan pajaknya.
Itu cerita tersendiri gaaaeeesss.. sistem tidak bisa merasakan sambatanmu, pokoknya alarm sudah berbunyi tanda kalian ditarik pajak.
Apalagi sekarang ada ancaman pembekuan rekening untuk pengemplang pajak.
Sesak dadamu?
Sumber : AI Gemini
Sudah kuduga ☺️☺️
—————————————
"Ambil aja semua... Saya mulai lagi dari nol apa-apa."
Pernah gak sih bayangin, udah berjuang mati-matian nahan lapar dan prihatin demi ngebangun usaha dari nol tanpa suntikan dana dari siapapun, begitu sukses malah dihadapkan pada tekanan berat? 💔
Inilah yang dialami Mbak Dy (Owner Bolosego). Usaha yang kini menampung 180 karyawan ini sedang berada di titik ujian terberatnya terkait persoalan pajak.
Padahal, Bolosego bukan tidak bayar pajak. Mereka rutin menyetor hingga Rp500 Juta lebih! Tapi angka setengah miliar itu masih dianggap kurang dan terus didor hingga Rp1,3 M–Rp1,5 Miliar.
Ya, bayar pajak itu memang kewajiban. Tapi kalau sudah taat bayar Rp500 Juta lalu tetap didor sampai Rp1,5 Miliar, gimana perasaanmu?
Bagi seorang pemilik usaha, bisnis bukan cuma soal untung-rugi. Ada 180 kepala keluarga yang bergantung di dalamnya. Mempertahankan usaha ini kini jadi bentuk jihad demi menjaga rezeki banyak orang. 🤲
👉 Menurutmu, apakah penilaian pajak untuk UMKM/usaha lokal yang sedang berkembang seperti ini sudah cukup adil?
#Bolosego #PajakUMKM #CurhatPajak
Sc.Informasi Yogyakarta
BERTAHAN HIDUP SAMPE MAU MENINGGAL GITU DIBILANG NORMAL EMG DASAR MANUSIA GATAU DIRI.
GUYS DONT STOP TALKING ABOUT KALIMANTAN… 😭😭😭
KABUTNYA SEPERTI APA? SEPERTI INI, INI LUAR BIASA DZOLIM. SEPERTI INI YANG KATANYA NORMAL??
TURUN LOKASI, TURUN MAKANYA JGN CUMA “SAYA DPT LAPORAN SAYA DPT LAPORAN.”
#PALANGKARAYA
#PRAYFORLAMPUNG
#PRAYFORSULAWESI
#PRAYFORKALIMANTAN
#PRAYFORSUMATERA
#PRAYFORACEH
#PRAYFORNTT
#PRAYFORNTB
#PRAYFORPAPUA
#PRAYFORINDONESIA
#AllEyesOnIndonesia
TIDAK DILIPUT MEDIA NASIONAL: KARNA SUMATERA TIDAK DIANGGAP INDONESIA
BREAKING NEWS.
Hujan yang sudah turun dengan durasi 1,5 Jam sudah kembali menimbulkan banjir dengan volume yang mengkhawatirkan di Bona Lumban, Kec.Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Video yang diambil ini berada pada tanggal 26 September 2026, dan kami lampirkan video kondisi Bonalumban saat ini.
Harap waspada
Mba Dyah ini Kaka kelas saya, kenal baik. Sering menjadi lawan waktu lomba debat.
Semoga dengan adanya kasus ini malah melejitkan usahanya sekaligus derajat Mba Dyah.
Kalau kata Mancur Olson yang teorinya pernah kita pelajari di kelas.
Negara yang “memerah” pelaku usaha kecil secara berlebihan hingga mematikan inisiatif ekonomi akan menghancurkan pertumbuhan itu sendiri.
Namanya The Stationary Bandit.
Negara yang menjadi bandit.
Acemoglu juga bilang ini ciri negara gagal.
Negara yang alih-alih melindungi ekonomi rakyat justru bertindak seperti predator yang memangsa sumber penghidupannya sendiri. Merusak ekosistem bisnis dan sumber penghasilan warganya.
Padahal yang berkontribusi dalam pertumbuhan adalah private sector.
Negara ini memang punya cara yang sangat "menyentuh hati" dalam membina dan mengapresiasi UMKM. Saat rakyatnya merintis usaha dari nol, banting tulang, sampai berdarah-darah tanpa bantuan modal sepeser pun? Negara diam. Saat rakyatnya sukses membuka lapangan kerja untuk 180 orang dan mengurangi angka pengangguran? Negara pura-pura tidak lihat.
Tapi, giliran usahanya viral, sukses, dan kelihatan cuan? Surprise! Tiba-tiba instansi terkait hadir sebagai pahlawan kesiangan... membawa surat tagihan pajak 1,5 Miliar!
Tolong ya, Mbak Bolosego, jangan keburu merasa bangga dan paling taat aturan cuma karena sudah bayar pajak 500 juta. Di mata sistem kita, uang setengah miliar itu mungkin cuma cukup untuk biaya snack rapat paripurna atau sekadar nambah DP mobil dinas baru. Jelas masih kurang! Kalian itu harusnya bangga diberi kehormatan untuk 'membiayai' negara yang sedang carut-marut ini.
Bukankah memeras keringat rakyat yang sedang naik daun itu sudah jadi SOP standar birokrasi kita? Kalau perlu, pajaknya dinaikkan lagi sampai pengusahanya gulung tikar. Toh, kalau nanti kalian bangkrut dan kembali dari nol, negara juga akan kembali pada fungsi aslinya: lepas tangan dan tidak peduli.
Teruslah bekerja keras dan berjuang sendirian wahai rakyat, karena birokrasi yang gemuk tidak bisa membiayai dirinya sendiri! 😮💨
Kalau satu daerah penuh kabut asap tapi warga masih beraktivitas seperti biasa, masih berangkat kerja. Itu bukan bentuk kehidupan normal. Itu mereka hanya terus bertahan hidup dalam bencana. Mereka terpaksa bekerja di luar rumah karena tetap harus hidup.
Pemilik Bolosego Curhat Soal Pajak Usaha, Sebut Tagihan Capai Rp1,5 Miliar ‼
Pemilik kuliner Bolosego, Dyah Fardisa atau yang akrab disapa Mbak Dy, kembali menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial. Kali ini, ia mengungkapkan keluhannya mengenai tingginya kewajiban pajak yang harus ditanggung usahanya.
Dalam video tersebut, Mbak Dy menceritakan perjalanan Bolosego yang menurutnya dirintis secara mandiri dari nol tanpa suntikan dana maupun bantuan pihak lain. Ia menyebut, usaha tersebut kini telah berkembang dan mempekerjakan sekitar 180 karyawan.
Namun, setelah usahanya berkembang, ia mengaku menghadapi persoalan pajak. Mbak Dy menegaskan Bolosego tetap membayar pajak dengan nilai yang disebutnya lebih dari Rp500 juta.
Meski demikian, ia mengaku mendapat dorongan untuk membayar pajak dengan nilai yang lebih besar, yakni sekitar Rp1,3 miliar hingga lebih dari Rp1,5 miliar.
“Bolosego mbayar pajak angkanya lumayan besar, di atas Rp500 juta. Tapi apa? Kurang! Mereka ngedor Bolosego untuk mbayar di atas Rp1,5 M atau Rp1,3 M,” ujar Mbak Dy dalam video yang beredar.
Mbak Dy mengaku kondisi tersebut membuatnya merasa berada di titik sulit hingga terpikir untuk menyerahkan seluruh aset yang dimiliki dan kembali merintis usaha dari nol.
Meski mengeluhkan persoalan tersebut, ia berharap Bolosego tetap dapat berkembang dan seluruh persoalan yang dihadapi bisa diselesaikan dengan baik.
Ia juga meminta dukungan agar dapat mempertahankan usaha dan aset yang telah dibangun selama ini.
Sebelumnya, Mbak Dy juga sempat menjadi sorotan setelah mengeluhkan dugaan banyaknya pungutan liar yang disebut terjadi di sekitar lokasi usaha Bolosego.
@KementerianUMKM@prabowo
#elshintaviral
usai viral akibat speak pungli di jojga:
- owner cerita dapat intimidasi
- kali ini dari petugas pajak
- dia dituduh nilep pajak
- terus dimintain 1 miliar
- petugas pajaknya sampe bawa bawa dalil agama buat nekenin dia
Saya punya pengalaman lebih dari 20 tahun menjadi orang yg mengurusi hal-hal administratif seperti ini dengan berbagai 'keajaiban' dinamikanya. Dan, 2024 adalah tahun terakhir bagi saya untuk mencukupkan saja karena memang sudah pada konklusi ketidakmungkinan adanya perbaikan, kecuali ada kejadian luar biasa yg Allah turunkan.
Hakim Getok Palu Tok Tok Tok Salinan Ijasa Jokowi Bersifat Informasi Terbuka. Artinya setiap rakyat punya hak akses untuk Melihat Dan Meminta Pada Instansi Instansi Pemerintah Terkait Yang Menguasai Salinan Ijasa Jokowi.
Tobat Lah Kalian UGM Dan KPU Dan Para Pencibir Termul