Didunia modern nan kapitalis yg mengalienasi manusia dan bikin manusia kesepian ini, bahkan pertemanan itu dijajah sama logika produktivitas. pertemanan itu harus jadi ajang "networking", dan networkingnya harus sama orang "high-profile" demi "kesuksesan karier".
serem bener orang2. baru kuliah tahun kedua di geo itb otaknya udah otak penjajah yang ngeliat semua tanah sebagai tanah kosong dan warlok orang2 ga rasional primitif yang menghalangi development kapitalisnya.
1. Konsep "mengakui 6 agama" berarti membatasi hak warga negara untuk memilih agama yg dikehendaki.
2. Kewajiban untuk beragama adalah bentuk pemaksaan.
3. "Ketuhanan Yang Maha Esa" sedangkan konsep monoteisme cuman dianut 3/6 agama yang diakui tsb.
Shall I go on?
Gua waktu itu pernah ketemu video ceramah katanya haram ngucap selamat natal (yang di mana gua gak masalah, karena itu wajar) terus dia lanjut “kita mengizinkan mereka hidup damai & beribadah saja itu sudah toleransi”
Buset! The bar is in hell!
Kinda glad ppl are pointing out how Gen Z (or maybe just the modern day internet in general) are obsessed with righteousness and moral superiority and can’t think about anything with nuance because they strictly think in black and white
LGBT dimusuhin sampai ada boti hunter, transpuan dianiaya di jalan.
Ada seleb pindah agama, dihujat sampai karirnya mati.
Ada remaja bunuh diri, dilaknat, dibilang nyusahin umat.
Ada minoritas mau ibadah, rumah ibadahnya dirusak.
Ini baru level umat, belum Taliban/Daesh.
"haj4r" + "telanj4ngin"
udah persekusi masuk juga ke pelecehan dan kekerasan seksual. padahal katanya mereka melakukan ini karena "keyakinan" yang mereka anut, ini kah ajarannya?
@MinModulation The entire idea of "problematic" is a mind poison. Trying to micromanage the broad culture by purging any subtle or perceived connections to racism, misogyny, etc. has not improved anything over the last decade. It's only created neurotic weaklings who scold each other endlessly.
Parasocialism is definitely a major factor thats killing art. The idea that authors & artists have to be morally pure & create art thats safe & consumable (EXCEPTION TO EVERY RULE dont try me)
Maybe Nietzsche was right after all 😭
Y’all just want liberal slop.
@LutfiDhaffa@bleednectar@rchlgrtl gaada yg salah, jangan terlalu dianggep serius, twitter mah tempat elitis sama kebencian wkwkwk yg penting mah kalo udah baca buku itu jangan jadi sipaling aja.
@yappingfess Budaya gampang kasiannya orang Indonesia tuh kadang bikin empet apalagi kalo dah menyangkut pekerjaan... jadinya hal basic malah kayak good deal. Lu kan driver ya, lu harus hadapi resikonya.. semua pekerjaan ada resikonya gila...
"personal branding" is uniquely Indonesian because of how bad the job market is. We are not even afforded to have our own interests and hobbies for the sake of fun. Every single aspect of our life has to be connected on how we can do labor.
Apaan dah justru normalize pamer kemesraan anjinggg
Ni negara minim kasih sayang, orang2nya jadi pada stres kurang ciuman dan pukpuk
AYO CIUMAN DI JPO, CIUMAN NUNGGU MRT, CIUMAN DI DALEM TJ, CIUMAN DI TAMAN KOTA, CIUMAN DI KRL