Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi.
Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas".
Saya tolak, ngga mau bohong & zalim.
Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka.
Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua.
Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan.
Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan:
Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri.
Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong.
Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran.
Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak.
Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.”
Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran.
Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar.
Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia.
Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe.
Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif.
Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah.
Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan.
Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir.
Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan.
Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan...
Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan.
Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini.
Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini.
Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara.
Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
@airindia AI492 (ATQ–DEL) delayed 1h35m → parents & family land 2:00 PM, while AI2015 to London departs 2:25 PM.
Staff admit fault yet refuse to hold plane for even 15 min, arrange interline.
Only ultimatums given, no solutions.
@DGCAIndia@MoCA_GoI#AirIndia#TravelFail
There are so many great reasons to be on Signal.
Now including the opportunity for the vice president of the United States of America to randomly add you to a group chat for coordination of sensitive military operations.
Don’t sleep on this opportunity…
The reality of building web apps in 2025 is that it's a bit like assembling IKEA furniture. There's no "full-stack" product with batteries included, you have to piece together and configure many individual services:
- frontend / backend (e.g. React, Next.js, APIs)
- hosting (cdn, https, domains, autoscaling)
- database
- authentication (custom, social logins)
- blob storage (file uploads, urls, cdn-backed)
- email
- payments
- background jobs
- analytics
- monitoring
- dev tools (CI/CD, staging)
- secrets
- ...
I'm relatively new to modern web dev and find the above a bit overwhelming, e.g. I'm embarrassed to share it took me ~3 hours the other day to create and configure a supabase with a vercel app and resolve a few errors. The second you stray just slightly from the "getting started" tutorial in the docs you're suddenly in the wilderness. It's not even code, it's... configurations, plumbing, orchestration, workflows, best practices. A lot of glory will go to whoever figures out how to make it accessible and "just work" out of the box, for both humans and, increasingly and especially, AIs.
Everything you love about generative models — now powered by real physics!
Announcing the Genesis project — after a 24-month large-scale research collaboration involving over 20 research labs — a generative physics engine able to generate 4D dynamical worlds powered by a physics simulation platform designed for general-purpose robotics and physical AI applications.
Genesis's physics engine is developed in pure Python, while being 10-80x faster than existing GPU-accelerated stacks like Isaac Gym and MJX. It delivers a simulation speed ~430,000 faster than in real-time, and takes only 26 seconds to train a robotic locomotion policy transferrable to the real world on a single RTX4090 (see tutorial: https://t.co/bEkIlCKqdf).
The Genesis physics engine and simulation platform is fully open source at https://t.co/DhBv7NdyqH. We'll gradually roll out access to our generative framework in the near future.
Genesis implements a unified simulation framework all from scratch, integrating a wide spectrum of state-of-the-art physics solvers, allowing simulation of the whole physical world in a virtual realm with the highest realism.
We aim to build a universal data engine that leverages an upper-level generative framework to autonomously create physical worlds, together with various modes of data, including environments, camera motions, robotic task proposals, reward functions, robot policies, character motions, fully interactive 3D scenes, open-world articulated assets, and more, aiming towards fully automated data generation for robotics, physical AI and other applications.
Open Source Code: https://t.co/DhBv7NdyqH
Project webpage: https://t.co/SBNyhFB0yn
Documentation: https://t.co/3yuBoaealV
1/n