Nezar Patria. Mantan jurnalis Tempo. Ketua AJI. Aktivis kebebasan pers.
Dan satu hal yang paling penting: korban penculikan Tim Mawar Kopassus, 13 Maret 1998.
Diculik. Disiksa. Nyaris dieksekusi. Oleh unit di bawah komando Prabowo Subianto.
Dia sendiri yang menulis kisahnya: "Di Kuil Penyiksaan Orde Baru." , Majalah Tempo, 2008.
Lalu 2024: Prabowo , si penculiknya , mengangkatnya jadi Wamen Komdigi.
Dan Nezar menerima.
Hasilnya?
Kementerian yang dipercayakan kepadanya , yang harusnya menjaga ruang digital Indonesia , punya 11 pegawai tersangka yang melindungi 1.000 situs judi online dari pemblokiran. November 2024.
Sementara 13 rekan seperjuangan yang diculik bersama Prabowo sampai hari ini masih hilang.
Sosiolog UNJ menyebutnya terang-terangan: Prabowo merangkul korban 98 ke kabinet sebagai "politik akomodatif untuk menghapus citra pelanggar HAM."
Pertanyaannya bukan soal Nezar sebagai manusia ,dia sudah cukup menderita.
Pertanyaannya: ketika korban penculikan menjadi tameng legitimasi penculiknya, siapa yang diuntungkan , dan siapa yang dilupakan?
13 orang itu masih belum pulang.
Jujur gue bingung sama anak2 orang kaya yang pakai LPDP, beasiswa ini seharusnya dinikmati oleh rakyat kurang mampu tapi pintar dan berkompeten. Namun sayangnya, LPDP justru dijadikan ladang pendidikan gratis bagi mereka yang mampu. So pity.
Dulu pas pertama kali nongkrong di coffee shop, Aku bingung mau order menu kopinya, banyak nama menunya yg tidak 'membumi' alias bau bau aseng.
Terus aku pesen Kopi Americano, kirain teh kopi apa gitu karena Aku bayangin-nya sih kopi hitam dengan aroma dan rasa eksotik dan gagah ala ala Amerika.
Pas datang kopinya, ternyata..Kopi tawar ora ada rasanya pisan dikasih es batu🤣
Kalo yg kek gitu mah tiap hari Aku juga bikin🤣.
Aku nyebutnya Kopi item tawar, kalo kamu?
CARA AMERIKA UBAH EROPA JADI BAWAHAN: STRATEGI RAHASIA SEJAK 1945
Bagaimana sebuah benua yang dulu menjajah dan menggambar peta dunia kini perlahan turun kasta menjadi bawahan sekutunya sendiri? Video ini membongkar strategi senyap di balik kontrak energi triliunan dolar dan ketergantungan historis yang kini memaksa industri Eropa berada di ujung tanduk.
Berikut adalah poin-poin penting yang dibahas dalam video ini:
*Perjanjian dagang terbaru yang memaksa Eropa membayar upeti energi tiga kali lipat ke Amerika Serikat.
Desain sejarah Marshall Plan sejak 1945 yang sengaja mengunci kemandirian militer dan ekonomi Eropa.
*Krisis deindustrialisasi massal di Jerman yang membuat pabrik-pabrik raksasa seperti Volkswagen dan BASF mulai padam.
*Anggaran pertahanan Eropa yang melonjak tajam namun uangnya justru mengalir kembali ke produsen senjata Amerika.
*Ancaman nyata dari ekspansi kendaraan listrik China dan hilangnya pasokan gas murah dari Rusia yang memperparah keadaan.
Apakah Eropa mampu bangkit dan menemukan otonomi strategisnya, atau justru akan selamanya terjebak dalam orbit kekuasaan Washington?
Jika Prabowo dan Gibran Lengser Secara Bersamaan
Jika yang lengser cuma prabowo maka otomatis gibran sangat fajar dari solo yang akan jadi presiden, tetapi jika kedua²nya jatuh maka
1. Skenario Pertama: TRIUMVIRAT
Jika Presiden dan Wakil Presiden dimakzulkan bersamaan, sesuai UUD 1945 Pasal 8 ayat (3), yang akan menggantikan mereka adalah Triumvirat tiga menteri sekaligus wak.
1. Tito Karnavian
2. Sugiono (Menlu)
3. Sjarif Sjamsoeddin (Menhan
Mekanismenya begini wak, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden baru wajib digelar selambat-lambatnya 30 hari melalui sidang MPR. partai politik harus mengusulkan calon baru, lalu dipilih langsung di MPR.
Sekarang kalian tengok wak komposisi MPR saat ini. Koalisi mana yang bakal mendominasi? Calon presidennya hampir pasti dari kalangan ketua umum partai. Bisa jadi sejarah mencatat presiden pertama asal Papua yaitu Kanda bahlil. Kalau bukan, ya tetap berputar di lingkaran lama: trah Sukarno, trah SBY, atau Genk Solo. Tidak akan jauh-jauh, situ situ aja.
2. Skenario Kedua: Chaos & Militer
Jika situasi berubah chaos setelah Triumvirat khususnya Tito cs ambil kendali , peluang takeover militer sangat terbuka. Mereka bisa mendikte MPR dan memaksakan presiden dari kalangan sendiri paling mungkin Menhan atau Panglima TNI aau si listiyo , entah mungkin bisa Maruli atau yang lain.
Ini skenario paling berbahaya. Indonesia berpotensi kembali ke rezim militer. Demokrasi mati, kebebasan dibungkam, dan nyawa rakyat melayang sia-sia.3.
3. Skenario Ketiga: Revolusi Rakyat via Discord tapi mustahil
Pasangan sepaket jatuh, Parlemen langsung dibubarkan.
Masyarakat menggelar voting massal di Discord untuk memilih pemimpin baru. Awak pasti ikut nyalon biar mantap, iya kan? 🙃
Bayangkan kalau Awak yang menang
* Hari pertama: Awak bubarkan NKRI, ubah jadi Negara Federal Indonesia. Karna menurut awak penyakit bangsa ini yang terbesar adalah sistemnya
* Hari kedua: Audit total semua kebijakan presiden pendahulu, lalu tetapkan mereka sebagai tahanan di Nusa Kembangan.
* Hari-hari berikutnya, Bersih-bersih habis semua penyakit kronis yang menggerogoti republik ini.
Dalam 1–3 bulan, pemilu ulang yang benar-benar bersih. Setelah itu, awak balek ke Sumatera sebagai rakyat biasa.
Oea wak, Buat kalian yang sudah muak, bosan, dan merasakan penderitaan berat, Sabar. Tinggal 3 tahun lagi kok
Lain kali kalau memilih presiden, mikir dulu. Jangan karena bisa joget patah langsung coblos.
Rezim Prabowo memang buruk. Banyak kebijakan yang harus kita hajar habis-habisan. Tapi menjatuhkan mereka sekaligus sekarang justru berbahaya. Dunia sedang bergejolak, dan kita malah menciptakan tiga matahari kembar atau militer full berkuasa kembali malah nanti yang bikin negara semakin tidak terkendali.
Hajar kebijakannya. Hajar ketidakadilan dan ketimpangannya sekuat tenaga. Tapi jangan jatuhkan.
Entah kenapa dulu Wowo ambil Gibran. Kalau wakilnya sekelas JK atau Mahfud MD, awak duluan teriak GAS kalau ada yang mau gulingkan wowo. Tapi ya sudah, nasi sudah menjadi bubur.
Ingat 3 tahun lagi. Sabar ya, sabar.
Ntar Pilpres berikutnya pilih lagi pemimpin yang hobi pencitraan ya kayak kdm,sharly, dll biar mengulangi kacaunya negara berkali kali. Kalian kan memang suka pemimpin yang inkompeten. Pemilih di sini kan memang mayoritas iq rendah jadi ya tetap aja republik ini dimasa depan tidak punya harapan.
Situasi sudah semakin berbahaya. Kalo Menhan didampingi Panglima TNI, Kapolri, dan Mendagri menyampaikan sinyal waspada, artinya kerusuhan 98 sudah mulai tampak di depan mata. Tetap waspada ya guys!
Tapi, kalo dipikir-pikir, rezim wowo ini yang memulai duluan merusak ketentraman di tanah air. Rakyat kemudian resah dan takut. Ketakutan selanjutnya memicu kemarahan. Potensi kerusuhan dijawab dengan "Kami aparat keamanan akan tindak tegas mereka yang mengganggu ketentraman". WTF???!!!!
Yang memulai merusak ketentraman itu eluuuu!! Itu, elu, wo! Eluuuuuuu.. nyingnying!
Enak aja datang-datang sok pahlawan klaim diri memulihkan ketentraman! Elu yang memicu ketidaktentraman!
Gedeg gw!
Anggota Propam Polres Tuban Diduga Serempet dan Pukul Badut
Seorang pria yang berprofesi badut diduga diserempet oleh oknum polisi di Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Latsari, Kabupaten Tuban pada Kamis (03/06/2026) malam. Peristiwa yang dialami badut asal Jawa Tengah berinisial K itu sempat terekam kamera CCTV.
Adapun oknum polisi tersebut diketahui berinisial T yang berdinas di Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Tuban.
Berdasarkan rekaman CCTV, peristiwa itu bermula saat badut yang tengah mengamen itu hendak menyeberang jalan dari utara ke selatan tepatnya di sekitaran Kantor Kecamatan Tuban.
Ketika berada di tengah marka jalan, sebuah sepeda motor yang dikendarai oknum polisi itu tiba-tiba menyerempet si badut.
Beruntung badut tersebut tidak terjatuh, namun barang-barang bawaannya terlihat terjatuh di aspal.
Namun bukannya meminta maaf, oknum polisi itu justru berbalik arah dan menghampiri si badut. Oknum polisi itu kemudian menarik baju dan memotret wajah si badut.
Oknum polisi yang sebelumnya di Unit Identifikasi Polres Tuban itu juga diduga sempat melayangkan pukulan ke arah wajah si badut.
Kasus oknum polisi dan badut tersebut sempat ditangani Polsek Kota Tuban. Namun keduanya sepakat untuk damai. Kasus tersebut pun tak dilanjutkan ke ranah hukum.