Kelak jika aku memiliki seorang anak, semoga ia tidak perlu menghitung kemampuan ekonomi keluarganya setiap kali ingin bermimpi. Semoga ia cukup fokus pada bagaimana cara mewujudkannya.
sebab ketika seseorang yang amat kita sayangi membandingkan penampilan kita dengan seseorang yang lainnya. Itu rupanya menyakitkan sekali.
Setiap kali ke trigger dengan hal tersebut, kepercayaan diriku pun turut terkikis. Sebuah ironi :)
Sebenarnya, kita tuh gak punya kapasitas buat tahu isi hati orang lain. Jadi, mari normalisasikan bertanya, mengungkapkan perasaan dan harapan. Berdiskusi lebih baik daripada diam dan berasumsi. Karena perjalanan ini selalu diisi dengan maaf, saling memaafkan, dan belajar ikhlas.
serta mulia yaaa. Semoga selalu dimenangkan untuk setiap yang diusahakan.
Selamat bertumbuh ke proses berikutnya.
Tahun ini kita (baru) ga bisa tiup lilin bersama lagi hehe. Kamu tetap ku rayakan, dalam diamku aku masi mengenang.
aku dengar-dengarkan belio-belio ini dari perjalanan berangkat sampai pulang nyanyi mulu ya keknya.
Maksut aku kayak, plis stop udah nyanyinya😭 mo tidur 😭