Pesan terakhir yang diduga ditulis dr. Alex Cristo Loris untuk istrinya menjadi salah satu temuan penting dalam penyelidikan kasus kematian Alex. Sebelumnya, ia ditemukan meninggal di semak belukar sekitar 5 meter dari pagar luar RSUD Tengku Rafian Siak, Selasa (14/7/2026) siang.
Alex adalah dokter residen di RSUD Tengku Rafian Siak yang juga peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di FK Universitas Riau.
Selain pesan terakhir yang belum sempat terkirim ke istrinya, polisi juga menemukan riwayat keluhan terkait utang pinjaman online (pinjol), indikasi pengeluaran berlebihan untuk suatu kegiatan, serta catatan pribadi yang masih terkunci di perangkat telepon korban.
Hasil autopsi yang disampaikan Kasubdit Dokkes Polda Riau Kompol dr. Dessi Martha Panjaitan mengungkap adanya bekas suntikan di tangan kiri korban. Sementara pemeriksaan toksikologi juga menemukan kandungan Rocuronium pada sampel urine, darah, dan ginjal korban.
Lalu, hasil psikologi forensik mengungkap korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat akumulasi berbagai persoalan, mulai dari tekanan finansial, beban pendidikan PPDS, hingga tanggung jawab terhadap keluarga.
📸: Dok. Instagram @/fkunri_official, kumparan.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R099 | E169 | V161
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Misteri Pembunuhan Nenek Nurlis di Tanjung Morawa baru saja Terungkap, Pelaku Ternyata Oknum Polisi Polresta Deli Serdang Yang Tak Lain Tetangga Korban RF (23) membunuh korban 31/7/2026 jam 14:00 karena kesal setelah permintaan pinjaman uang sebesar Rp50 juta tidak dipenuhi.
‼️BUAT PARA NAKES BAGUS INI EDUKASINYA dr. TIRTA‼️
Semoga pada melek etika Bermedsos🧠💡
Ini Rangkumannya :
1. Pasien adalah penerima layanan yang harus diperlakukan dengan orientasi pelayanan yang baik.
2. Tenaga medis yang aktif di media sosial tetap wajib menjaga etika dan profesionalisme.
3. Kritik seharusnya diarahkan kepada sistem, bukan kepada individu.
4. Kemampuan komunikasi perlu terus ditingkatkan agar pelayanan lebih efektif dan berempati.
5. Keahlian di satu bidang tidak berarti menguasai semua bidang tetap rendah hati dan terbuka untuk belajar.