Wuih, gila sih ini investigasinya.
Kelen harus nonton Bocor Alus Tempo soal Jampidsus!
Gue tambahkan info-info menarik. Menurut Tempo:
Pertama, Presiden dikabarkan marah besar kepada Kapolri karena penggeledahan itu.
Kapolri sampai minta maaf dan menjelaskan kalau dikasih tahu, info penggeledahan akan bocor.
Kedua, kabarnya, apa yang dilakukan Kapolri dianggap pembangkangan.
Muncul wacana agar Kapolri diganti dengan Komjen Karyoto dari Jenderal SS.
Ketiga, Presiden dikabarkan ragu dengan Komjen Karyoto. Itu karena dia BESANNYA KDM.
Presiden khawatir kalau loyalitas Karyoto akan mengarah pada KDM, bukan untuk dirinya.
Keempat, ada info bahwa ketika rapat internal di Widya Chandra, ada laporan penebalan pasukan.
Ini bikin Prabowo khawatir dan menuding, "Kalian mau sabotase pemerintahan saya?" Polisi akhirnya menjelaskan kalau mereka ga mungkin menjatuhkan presiden.
Kelima, ada dugaan lobi-lobi agar Febrie tidak jadi tersangka.
Kompensasinya, Febrie mundur dari Jampidsus dan emas 74 kg itu diklaim bukan miliknya. Dua pengusaha dikontak agar mengaku bahwa emas 74 kg itu miliknya.
FOTO: Screenshot YouTube Bocor Alus Tempo.
Israel is still bombing Gaza.
Israel is still bombing Gaza.
Israel is still bombing Gaza.
Israel is still bombing Gaza.
Israel is still bombing Gaza.
Israel is still bombing Gaza.
Israel is still bombing Gaza.
Israel is still bombing Gaza.
Israel is still bombing Gaza.
Aneh. Udah jelas-jelas ketemu duit banyak di rumah dia apanya yang mau dirapatin? Sementara yang ga jelas terima duit apa engga dikejernya semangat banget.
⚠️ Don’t stop talking about Dr. Hussam Abu Safiya ⚠️
Urgent new health warning issued: FREE DOCTOR ABU SAFIYA! #FreeAbuSafiya
Dr. Abu Safiya, a Palestinian pediatrician, is in grave danger. He’s been detained by Israel without trial for over 560 days and it’s been reported his health is rapidly deteriorating. The latest from his lawyer is that he fears he’ll die.
Doctors like Dr. Abu Safiya should be protected, and yet he and other Palestinian medics are being systemically detained and tortured when they could be saving lives.
Sign the petition today calling for his immediate release: https://t.co/nZGqKqBZqD
Negaramu telah kehilangan masa depan saat aparat penegak hukum korup tanpa henti. Negaramu telah usai saat mereka saling melindungi atas nama hukum. Dan, sebenarnya, kamu tak lagi memiliki negara saat hukum itu hanya berlaku buat rakyat kecil yang lemah.
Anggaran dah kepakai. Truk dan kipas angin sudah dibeli triliunan rupiah. Barang-barang lain juga sudah dijajakan dan dijual, tapi konsepnya masih ngalor-ngidul nggak jelas.
Kelihatan banget program ini tidak melalui perencanaan dan perhitungan yang baik. Orang normal kalau mau usaha bikin satu warung saja pasti dah bolak-balik survei dan bikin perhitungan yang baik. Ini memakai anggaran ratusan triliun asal-asalan. Mungkin karena mereka sadar, yang dipakai uang rakyat, bukan uang sendiri, sehingga sembrono, seolah rugi juga dibiarin selama sudah dapat rente...
Saya tidak faham lagi, sampai kapan kita mengalami paradoks. Pada satu sisi, Perpustakaan Nasional kita dikurangi anggarannya 132 miliar rupiah yang berdampak pada perpustakaan di seluruh daerah dan desa-desa. Pada sisi lain, pejabat kita memuji-muji toko buku asing yang disebut "oase bagi presiden." Gap ini terlalu lebar.
Dua realitas penegakan hukum.
Kreator meme kritis @TheKerupuk diproses cepat dan ditangkap dalam waktu 1 hari.
Di sisi lain, mantan pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi besar sejak 11 Juli lalu, hingga kini belum dilakukan penahanan dan penanganannya dialihkan ke instansinya sendiri lewat penerbitan 3 Sprindik baru.
Kecepatan penegakan hukum yang kontras ini memicu pertanyaan besar di masyarakat tentang asas keadilan hukum bagi rakyat kecil.
#BebaskanKawanKami
#SemuaBisaKena
POTRET KEADILAN MINGGU INI!!!
Terduga pemilik emas 74 KG: Bebas berkeliaran
Terduga pembuat meme: Dijemput paksa, ditekan, dan kemungkinan ditahan
Mungkinkah di Republik yang katanya hukum itu adil, selembar gambar meme dianggap jauh lebih berbahaya dan mengancam negara dibanding kejahatan TPPU yang bernilai ratusan miliar itu.
Keadilan di negeri ini tidak lagi sekadar runtuh, Wak. Ia sudah mati di ujung tanduk!
Tengok saja ironi ini wak
⏳️ Kawan mereka digeledah, ditemukan tumpukan harta haram, tapi masih bisa tersenyum bebas. Bahkan proses penggeledahannya dikawal ketat oleh aparat militer.
⏳️Sementara kawan kita, yang hanya membuat meme satire, diperlakukan layaknya teroris kelas kakap. Dijemput paksa, ditekan mentalnya, hak-hak dasarnya dirampas, bahkan sampai detik ini kita kesulitan dapat kabar
Wahai fren² awak sekalian, pasang telinga dan buka mata kalian lebar-lebar. Hari ini, jika kita memilih diam melihat kawan kita ditekan dan dikriminalisasi, percayalah... esok atau lusa, giliran mulut kita yang akan dilakban rapat-rapat!
Jika semua orang ditiup rasa takut dan memilih bungkam, lalu di mana lagi letak esensi NEGARA DEMOKRASI yang selama ini mereka dongengkan di pidato-pidati kekuasaannya?
Awak mengajak kalian semua untuk merapatkan barisan, naikkan volume suara kita, dan penuhi linimasa untuk melawan pembungkaman ini!
#BebaskanKawanKami ✊🔥🔥
Israel is still committing genocide in Gaza‼️
Israel is still committing genocide in Gaza‼️
Israel is still committing genocide in Gaza‼️
Israel is still committing genocide in Gaza‼️
Israel is still committing genocide in Gaza‼️
Israel is still committing genocide in Gaza‼️
You share photos of women in hijab and say:
"Look how oppressed they are."
You never share photos of women holding their dead child in a bombed hospital and say:
"Look what my taxes did."
You are not worried about women’s rights.
You are worried about maintaining the illusion that your violence is somehow enlightened.