Magister pendidikan menganggur,
jurusan dakwah jadi Mentri kehutanan, ahli serangga jadi ketua badan gizi, ijasah ngga jelas bisa jadi presiden dan wapres 😂
Negara opooo...Iki ?!
Keributan antara pengendara mobil Alphard dan seorang petugas keamanan di kawasan Halte TransJakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, viral di media sosial. Peristiwa itu dipicu saat mobil tersebut diduga menerobos lampu merah penyeberangan di depan Hotel Pullman.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu menjelaskan, petugas keamanan yang sedang membantu penyeberangan kemudian menegur pengendara dengan menggebrak kaca mobil. Pengendara disebut tidak terima dengan cara peneguran tersebut hingga keduanya terlibat adu mulut.
Kedua belah pihak kemudian mendatangi Pospol Thamrin untuk menjalani mediasi. Perselisihan itu akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Pengendara dan petugas keamanan sepakat saling memaafkan dan berjabat tangan sebelum kembali melanjutkan aktivitas masing-masing.
Meski begitu, terkait dugaan pelanggaran lalu lintas karena menerobos lampu merah penyeberangan, polisi menyebut pengendara mobil tersebut tetap berpotensi dikenai sanksi tilang elektronik (ETLE).
📸: Dok. Threads @/vicolharefa.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | vidol | R057 | E099 | E169
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Hi econ majors! We have another challenge for you!
Professor Iwan Jaya Azis @Cornell just published a book that explores how macroeconomic policy, specifically monetary policy, interacts with interregional inequality. Download the book (open access): https://t.co/HPGoo0oBm6
🚨 BUZZER NADIEM MULAI PANIK: KRITIK DISEBUT “SAKIT HATI”.
Narasi mereka sederhana: Indra Charismiadji menyerang Nadiem karena “orang Microsoft” dan sakit hati tidak kebagian proyek.
Masalahnya, fakta tidak semurah framing buzzer.
Saya pernah terlibat dalam proyek Chromebook di Malaysia.
Saya orang pertama yang ditunjuk Google untuk implementasi Google for Education di seluruh sekolah tingkat kabupaten: Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Bahkan di era Nadiem, saya diundang ikut tur promosi Chromebook untuk sekolah-sekolah swasta ke Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Bali.
Jadi kalau saya mengkritik Chromebook, Google Cloud, konflik kepentingan, dan digitalisasi pendidikan era Nadiem, itu bukan karena anti-Google. Justru karena saya paham ekosistemnya.
Saya juga bukan pemburu proyek pemerintah.
Sampai hari ini, saya tidak pernah mendapatkan proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah, baik dari APBN maupun APBD. Silakan cek.
Saya sering diminta membantu pemerintah, tetapi bukan dalam bentuk proyek pengadaan. Bukan karena jabatan. Bukan karena jatah. Bukan karena transaksi.
Menjaga uang rakyat dari koruptor bukan soal sakit hati.
Bukan soal tidak kebagian proyek.
Bukan soal tidak kebagian jabatan.
Ini soal tanggung jawab moral.
Kalau setiap kritik terhadap korupsi dibalas dengan fitnah “sakit hati”, maka yang sedang mereka lindungi bukan kebenaran, tetapi kepentingan.
Pertanyaan saya sederhana:
Kalau memang bersih, mengapa harus menggunakan buzzer untuk mencitrakan diri bersih?
Kalau memang benar, mengapa panik pada fakta?
Kalau memang tidak ada konflik kepentingan, mengapa buzzer sibuk menyerang orang, bukan menjawab substansi?
#NadiemMakarim #KonflikKepentingan #KorupsiPendidikan #ChromebookGate #GoogleCloudGate #WhiteCollarCrime #GoogleForEducation #DigitalisasiPendidikan #APBNPendidikan #GuruIndonesia #PendidikanIndonesia #AuditDigitalisasiPendidikan
@Urrangawak tanya ke pak roky apakah kualitas pendidikan anak yang gagap bethitung dan literasi juga terakait temporal ayam berkokok mens rea?
dampak akibatnya jelas ...
Sekarang banyak netizen yang mencoba membantah bahwa PKI partai anti Tuhan. Silakan dibantah. Selain peristiwa Kanigoro. Di rumah saya punya saksi hidup, mamah saya yg berumur 80 thn skrg, dimana saat G30 S meletus sedang sekolah kedokteran di UNDIP. Saat itu beliau juga aktivis Korps HMI-wati. Namun kuliah sempat vakum hampir 1 tahun karena peristiwa pemberontakan PKI tsb. Beliau cerita, Ketika RPKAD datang k Solo, kantor kelurahan dekat rumah eyang, digeledah pemuda dan tentara. Ditemukan daftar bunuh aktivis Islam dan tokoh nasionalis anti komunis, kalau G30 S berhasil. Di daftar tsb termasuk kakak mamah saya dan kakek sy dari mamah. Karena mereka termasuk tokoh muslim di tengah kampung merah. Allah masih melindungi keluarga kami dari ancaman kaum anti Tuhan tsb.
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
Jubir bakom : saya mencintai Prabowo dengan tulus karena Prabowo orangnya tulus tanpa digajipun ga masalah!
Akademisi : sebagai bakom gak etis bikin naras mencintai Prabowo dengan secara berlebihan, Prabowo itu manusia 2 triliun. Cintailah masyarakat yg kurang mampu!
NEGARA bangun fasum❌️
NEGARA rampok SDA✅️
Gotong Royong Kumpulkan Rp1 Miliar, Jembatan Enang-Enang Akhirnya Resmi Dibuka
Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, resmi dibuka pada Kamis (2/7/2026). Peresmian disambut tepuk tangan warga yang telah lama menunggu akses tersebut kembali normal setelah putus akibat banjir bandang akhir tahun lalu.
Pembangunan jembatan dan jalan ini terwujud berkat swadaya masyarakat yang berhasil mengumpulkan dana lebih dari **Rp1,08 miliar**.
Pelopor pembangunan, Sahrial Abadi, tak kuasa menahan haru saat menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan para donatur yang telah bergotong royong mewujudkan proyek tersebut.
Ia mengungkapkan, dari total dana Rp1.081.893.000, sekitar Rp526 juta telah digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan. Sementara sisanya sekitar Rp555 juta akan dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan yang masih tersisa, seperti dinding penahan jalan, fasilitas tempat wudhu, dan penyempurnaan kawasan.
Sahrial juga menegaskan seluruh penggunaan dana swadaya akan disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Setelah urusan korupsi selesai…
Dalam beberapa bulan kita akan lihat apakah selama dia menjabat membuat anak Indonesia semakin cerdas atau semakin bodoh. Kita tunggu hasil PISA 2025.
Semoga saya salah dalam menerka hasil PISA.
@TomWrightAsia pak @TomWrightAsia
bagaimana dengan dampak kebijakan beliau pada pendidikan?
anak berkurang kemampuan hitung dan menulis
biaya pendidikan semakin mahal (versi politisi gratis)
apakah mesin dapat mengganti akhlak dan empati ?