PEMERKOSAAN MASSAL 1998 itu adalah FAKTA bukan RUMOR. Ada laporannya, dokumennya bisa dibaca dan diakses SEMUA ORANG.
Kita JANGAN DIAM perihal ini, ini menunjukkan kalau Negara BISU terhadap KEJAHATAN yang sistematis, terstruktur, dan masif.
https://t.co/62VTDh93NX
Fans Rafael Struick, Justin Hubner atau Ole Romeny ada yang tau dulu ada klub bernama Persiram?
Klub ini berasal dari Raja Ampat, sebuah kabupaten yang alamnya sangat indah bahkan disebut sebagai SURGA TIMUR.
Persiram ini udah punah gara-gara diambil PS TNI. #SaveRajaAmpat
"Kenapa musti demo?"
Oi, icha. Nih gue bantu jabarin:
1. Akses politik ga setara. Warga ssuah ketemu pejabat, u pada buka gerbangnya buat lobbyist & elit. Ketimbang dengerin buruh, u pada lebih dengerin pemodal. Plus, diskusi formal biasanya cuma simbolis ^_^ emang kalo kita ngobrol lu beneran gerak?
2. Sejarah membuktikan perubahan atau NIAT pejabat buat gerak tuh pas udah dapet tekanan. Banyak hal yg kita dapat bukan dr diskusi tatap muka rakyat-pejabat tp dr mobilisasi massa & tekanan politik.
Protes tuh strategi menciptakan ketidaknyamanan bagi penguasa supaya mereka mau bertindak. Protes bukan nolak dialog, tp memaksa supaya dialog terjadi.
3. "Kenapa musti demo?" dan banyaknya penggambaran demo sbg aksi ga masuk akal ini taktik pelemahan gerakan sosial, demo adalah aksi politik, bukan cuma tantrum gaje.
Pemrenta suka nuntut orang untuk 'sopan' padahal kebijakan yang u bikin gada sopan sopannya di idup kita.
Kalo mau disopanin, ya lu sopan juga kocak.
4. Orang ga ujug-ujug bangun tidur ngumpulin massa buat demo, ada sebabnya. Lu pikir aja sendiri sebabnya apa.
Kita ga punya siapa-siapa lagi untuk nolong kita saat ini selain sesama rakyat.
Kalo pas liga lokal mulai lagi dan masih pada berantem emang pada tolol aje berarti.