Kita pernah ada momen dimana setiap hari pingin rasanya melihat Timnas main kala itu, penuh rasa bangga haru dan tawa
semoga kita masih bisa sempat merasakan hal seperti ini kembali
Ada resiko yang selalu ngintai pelatih timnas sekarang: tiap kali kalah, nama STY otomatis muncul lagi jadi bahan omongan.
Gimana enggak, jujur kangen banget era STY. Pemainnya lokal-lokal itu juga, tapi mentalnya beda level. Tiap main selalu ngotot, lawan siapapun tetep spartan.
Ini poin yg banyak orang gak sadar, kualitas pemain kita kayak terangkat pas dilatih dia.
Makanya gak heran kalau STY masih dicap pelatih timnas terbaik sampai detik ini.
DOSA BESAR ERICK THOHIR DAN ARYA SINULINGGA
#TimnasDay
KAMU BUKAN TARGET MARKETNYA ‼️❌
Pertama kali dalam sejarah Indonesia: YouTuber memegang lisensi resmi penayangan turnamen sepak bola internasional.
Kenapa keputusan ini diambil?
Data global terkait turunnya minat Gen Z nonton bola di TV udah bicara sendiri:
UEFA mencatat partisipasi aktif usia 16-24 tahun di football turun dari 24 juta (2015) ke 20 juta (2025). MINUS 17% dalam 10 tahun.
Premier League 2024/25: rata-rata penonton domestik turun 14% year-on-year. Sky Sports turun 10%, TNT Sports turun 17%.
TV kehilangan 34% penonton usia 18-34 dalam satu dekade, via Ofcom/Ampere Analysis.
Gen Z tidak membenci sepak bola. Mereka menuntut format yang personality-driven, short-form, dan shareable, via RockWater Research.
MNC terinspirasi dari tren global, IShowSpeed dilibatkan di Piala Dunia 2026 untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih dekat dengan fans.
Reza Arap sendiri bilang: “I actually know the least about football. I’m just an admirer.”
Justru itu yang jadi kekuatannya. Dia berbicara kepada audiens yang sama.
YBRAP akan produksi 33 konten kreatif selama 24 Juli–26 Agustus 2026. Semua gratis, tanpa membership.
Stadion terbesar Gen Z sekarang ada di YouTube. MNC yang pertama mengambil aksi ini secara resmi di Indonesia. Action is louder than words, no?
Iklan promo program bareng Lord Atep ditimpali celetukan, "terlalu blulok, mas" agak di luar pakem biasanya promo program bola.
Kenapa Atep? Kamu bisa menerka sendiri.
Kalo kamu kurang suka, mungkin kamu bukan target marketnya. Ujungnya data yg akan bicara.
The 2026 World Cup prize money is officially in 💰
• Spain, 1st place: $51 million • Argentina, 2nd place: $34 million • England, 3rd place: $30 million • France, 4th place: $28 million • Quarterfinalists: $20 million each • Round of 16 teams: $16 million each
Hasil akhirnya: 500-an halaman PDF paragraf, jadi 1 file Excel rapi dan kolom yg pas.
Ga ada lagi copas manual.
Ga ada lagi split PDF.
Ga perlu bisa ngoding.
Tinggal ketik perintah, AI yg kerja.
Kata "baito" pasti udah familiar buat WNI yang merantau ke Jepang.
Buat kita yang di Indonesia dan belum tahu, baito = kerja paruh waktu. Sambilan. Part time.
Tapi uniknya, walau statusnya cuma paruh waktu, kenyamanan dan kesehatan pekerja baito di Jepang bisa lebih terjamin daripada kita yang kerja full time di sini.
Kok bisa?
A thread 🧵 by Narasi Visual
Menganulir Gol Mesir ke Gawang Argentina adalah Keputusan yang Salah
Sebuah analisis dari pakar perwasitan dan mantan wasit Premier League, Graham Scott via The Athletic.
✅Keputusan menganulir gol Mesir adl keputusan yang salah. Benturan Marwan Attia terhadap Lisandro Martinez dlm proses terjadinya gol Ziko pada menit ke-67 merupakan kontak fisik yang wajar dan seharusnya dinilai seperti itu, alih-alih dianggap sbg sebuah pelanggaran.
✅Insiden itu juga terjadi hampir 100 yard (sekitar 91 meter) dari gawang, dan Argentina punya setiap kesempatan untuk merapatkan barisan dan bertahan, tidak heran jika Mesir merasa dirugikan karena gol tersebut akhirnya dianulir setelah peninjauan VAR.
✅Jika kita melihat insiden tersebut, memang ada sedikit kontak, baik kaki-ke-kaki maupun tarikan baju sekilas, tetapi tidak ada pelanggaran yang cukup berat di sini hingga layak membuat VAR mengintervensi untuk membatalkan gol. (GAMBAR 1)
✅Bagi Scott, ini adalah intervensi yg sangat mencengangkan dan bentuk penyalahgunaan wewenang yang masif dari tugas VAR. Seharusnya, VAR hanya mengoreksi kesalahan yang jelas dan nyata (clear and obvious errors).
✅VAR secara rutin memeriksa fase serangan sebelum terjadinya setiap gol dan dalam kasus ini, peninjauan akan ditarik mundur hingga momen perebutan bola (turnover of possession).
✅Agar sebuah gol dapat dibatalkan, harus ada pelanggaran yang jelas, dan hal itu tidak ada di sini. Sebagai aturan umum yang praktis, semakin lama waktu dan semakin jauh jarak antara sebuah benturan dengan terjadinya gol, maka dugaan pelanggaran tersebut harus semakin serius.
Namun, tidak ada pelanggaran yang berarti di sini, dan tidak ada hal yang mendekati ambang batas bagi VAR untuk ikut campur.
✅Dengan logika yang sama, klaim penalti Mesir atas dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah sesaat sebelum gol kemenangan Argentina, sudah tepat untuk diabaikan. Ada sedikit kontak kecil pada sepatunya, tetapi tidak cukup kuat untuk membuat Salah terjatuh. Itu bukan sebuah pelanggaran.
@Smash1014314 Buat yang permasalahin adab, silakan. Tapi di postingan aslinya di threads sudah dikasih statement kalo itu boleh yaa.
Kalo emg mau adab, ya tinggal izin ajaa.
Untuk Cape Verde/Türkiye/Côte d'ivoire sebenarnya serupa, masing-masing negara mau disebut "nama aslinya".
Namun, untuk Cape Verde agak unik.
Di Kemlu sebutannya Cabo Verde, di Antara masih Tanjung Verde.
Kalau di Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilahnya baru diubah jadi Tanjung Hijau awal tahun ini. Beberapa artikel TVRI juga mengikuti kaidah ini.
Saya pribadi masih nyaman dengan Tanjung Verde meskipun mungkin pelan-pelan akan menyesuaikan dengan "Tanjung Hijau"
Sepertinya WCQ AFC perlu dipangkas. Jumlah pertandingan dan round nya terlalu banyak.
Dengan jumlah negara yang lebih sedikit, namun WCQ AFC memakan waktu yang lebih lama daripada CAF & UEFA.
WCQ AFC memakan waktu 2 tahun lebih, sementara UEFA hanya setahun.
WCQ konfederasi lain hanya sampai round 1-3, sedangkan WCQ AFC sampai round 5.
Sebagai perbandingan, WCQ Conmebol hanya 1 round, WCQ CAF & UEFA hanya 2 round, dan WCQ Concacaf & OFC hanya 3 round.
Jelas tidak mungkin hanya 1 round seperti Conmebol karena negara Conmebol hanya sedikit.
Tapi setidaknya bisa seperti Eropa & Afrika yg hanya 2 round dan lebih sebentar walau negaranya banyak.
Sudah ditentukan dari awal.
✅8 tim juara grup vs 8 tim ranking 3 terbaik. Penentuan siapa vs siapa memakai tabel matriks kombinasi yg sudah dibikin sebelumnya.
✅Sisa 4 juara grup lainnya, "terpaksa" vs 4 runner-up.
✅Sisa 8 tim runner-up yg saling diadu satu sama lain. Runner-up vs runner-up.
@dimarsasongko98 Fun fact, di dunia ini ga ada lagi BBM yang ron setar pertalite
Nyatanya kita beli itu minimal setar pertamax lalu sama pertamina ditambah aditif untuk menurunkan RON jadi pertalite
Pengalaman Temen GW Bokap meninggal = semua tabungan 300jt langsung KUNCI. Bukan hilang, tapi lu gak bisa sentuh 1 rupiah pun.
Temen gue nangis di CS bank. "Ini KK, gue anak kandungnya. Cairin dong." CS: "Maaf Pak. Tanpa Surat Keterangan Waris, saldonya 0 buat Bapak."
Hari itu dia baru sadar: Jadi anak kandung doang gak cukup buat ambil hak lu sendiri.
SKW = Surat Keterangan Waris. Surat sakti yang nentuin duit almarhum jadi warisan atau jadi pajangan.
Tanpa SKW:
Rekening bank = beku permanen Sertifikat rumah = gak bisa balik nama BPJS Ketenagakerjaan = nolak cair Mobil = gak bisa dijual
Punya aset 2M tapi gak bisa dipake. Itu lebih nyesek dari gak punya.
"Kan ada KK. Jelas dia anaknya." Bank, BPN, notaris: "Kami gak peduli."
Mereka takut 2 hal:
Salah kasih ke orang yang ngaku-ngaku Digugat ahli waris lain yang tiba-tiba nongol
Ini aturan PP 24/1997 + SOP semua bank. KK = bukti keluarga. SKW = bukti lu berhak.
Gak ada SKW = keluarga lu pegang bom waktu.
Skenario paling kejam: Satu ahli waris jual diam-diam → ahli waris lain gugat → transaksi batal → duit udah kepake → sengketa 10 tahun.
Atau lebih parah: Rumah disita bank karena gak bisa bayar utang almarhum. Padahal saldo deposito 300jt nganggur di bank sebelah.
Bikin SKW tuh gampang kalau tau jalurnya. Mahal kalau udah telat.
WNI pribumi: SKW kelurahan, ttd lurah + camat. Biaya resmi 0-500rb WNI keturunan: Akta Waris notaris Muslim: Penetapan ahli waris Pengadilan Agama
Kalau udah sengketa? Biaya pengacara mulai 50jt. Telat dikit, rugi banyak.
Syarat SKW Kelurahan. Kurang 1 = mental, ngulang dari 0.
Surat kematian KTP semua ahli waris KK almarhum Surat pernyataan semua ahli waris, ttd materai Saksi RT/RW
Punya saudara di luar kota/LN? Urusnya bisa 3 bulan sendiri cuma buat kumpulin ttd.
Ngomongin waris pas orang tua sehat itu bukan ngarep mati. Itu bukti sayang.
Checklist anti-drama:
Bikin daftar harta + utang bareng ortu Kumpulin fotokopi sertifikat, BPKB, buku tabungan jadi 1 map Scan semua, upload ke cloud Kasih tau semua anak: map fisik & digitalnya di mana
Malu ngomong sekarang, nangis 10 tahun kemudian.
Temen gue telat 6 bulan urus SKW karena adiknya di Australia. Dendanya?
BPHTB waris 2% dari NJOP terbaru. Rumah naik, pajak ikut naik Biaya notaris ikut naik Total rugi 18jt cuma karena nunda
Aturan: Urus SKW maksimal 6 bulan sejak tanggal meninggal. Lebih dari itu = denda + ribet kuadrat.
"Yang paling cepet ditagih pas orang meninggal itu utang. Yang paling lama cair itu aset. Tanpa SKW, lu bayar utang pake duit pribadi sambil liat deposito 300jt gak bisa disentuh."
cc : hafizrizalm
@utdfocusid Tadinya mau di area Freightliner cuma tanahnya dipasang harga selangit jadinya akuisisi tanah yang difoto itu. Semoga berjalan lancar pembangunan stadium barunya.
PIUTANG PLN KE PEMERINTAH NAIK 156%.
ARTINYA PEMERINTAH NUNGGAK BAYAR KE PLN SEHINGGA PLN TIDAK PUNYA DUIT.
TIDAK PUNYA DUIT SEHINGGA TIDAK BISA BEKI BATUBARA
TIDAK BISA BELI BATUBARA, SUPLAI LISTRIK BERKURANG.
SIAP2 MENYALA BERGILIR
BUKAN PEMADAMAN BERGILIR
Dari foto laporan keuangan PLN yang beredar, ada satu angka yang langsung mencolok begitu kamu lihat.
Piutang dari Pemerintah tercatat Rp 110,738 triliun di periode terbaru, naik drastis dari sebelumnya Rp 43,290 triliun. Kenaikannya lebih dari 156% dalam satu periode.
Bukan naik tipis. Ini lonjakan yang sangat besar dan perlu dijelaskan.
PLN adalah perusahaan negara yang menjual listrik ke rakyat dengan tarif yang tidak selalu mencerminkan biaya produksi sebenarnya.
Untuk pelanggan rumah tangga 450 VA dan 900 VA bersubsidi, PLN menjual listrik jauh di bawah harga pokok produksinya.
Selisihnya ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi dan kompensasi.
Tapi pemerintah tidak selalu bayar langsung.
PLN dulu bayar dulu ke produsen energi, ke kontraktor, ke supplier batu bara dan gas, lalu nagih ke pemerintah belakangan. Tagihan yang belum dibayar pemerintah ini yang dicatat sebagai "piutang dari pemerintah" di neraca PLN.
Sederhana:
PLN sudah keluar uang, tapi pemerintah belum bayar.
KENAPA ANGKANYA BISA MELEDAK SEGITU?
Ada beberapa faktor yang menjelaskan lonjakan ini.
pertama adalah program diskon listrik 50% Januari-Februari 2025. Pemerintah mengumumkan diskon tarif listrik untuk seluruh pelanggan di bawah 2.200 VA selama dua bulan. Biayanya ditanggung negara tapi dibayar PLN dulu. Total tagihannya saja sudah Rp 13,61 triliun hanya dari program dua bulan itu.
kedua adalah mekanisme pembayaran yang lambat. Selama ini pemerintah membayar kompensasi ke PLN per tiga bulan atau bahkan per enam bulan sekali. Artinya PLN harus talang dulu berbulan-bulan sebelum uangnya balik. Semakin lama jeda bayar, semakin besar piutang yang menumpuk.
ketiga adalah subsidi dan kompensasi yang terus membengkak. Pada 2025, realisasi subsidi dan kompensasi listrik sudah menyentuh lebih dari Rp 210 triliun. Sementara tarif dasar listrik tidak naik karena alasan politik. Selisih antara biaya produksi dan tarif yang dibayar rakyat inilah yang jadi beban yang terus menumpuk.
DARI MANA PEMERINTAH BAYARNYA?
Sumber pembayarannya ada di APBN, tepatnya dari pos Belanja Subsidi dan Kompensasi Energi. Pada 2024 saja, total subsidi dan kompensasi energi (BBM, gas, listrik, pupuk) mencapai Rp 434,3 triliun. Khusus listrik yang dikompensasi, salah satu contohnya adalah pelanggan 900 VA non-subsidi yang mendapat kompensasi Rp 400 per kWh, artinya dari harga seharusnya Rp 1.800 per kWh, mereka hanya bayar Rp 1.400 per kWh. Selisih Rp 400 itu ditanggung APBN, dan ada 50,6 juta pelanggan yang masuk kategori ini.
Masalahnya bukan soal ada atau tidak anggarannya.
Masalahnya adalah timing pencairannya.
Komisi XI DPR sempat melaporkan bahwa kompensasi kuartal I-2025 untuk PLN senilai Rp 27,6 triliun belum dibayarkan.
Bahkan ada tagihan 2024 yang dibebankan ke APBN 2025. Jadi tagihan lama belum lunas, tagihan baru sudah datang.
PLN yang punya piutang besar tapi belum cair ini berdampak ke kemampuan perusahaan membayar supplier dan produsen listrik swasta tepat waktu.
Kalau pembayaran ke IPP terlambat, ada risiko gangguan pasokan.
Dalam jangka panjang, ini juga mempengaruhi rating kredit PLN dan kemampuan pinjam untuk investasi infrastruktur.
Untuk kita sebagai pelanggan, selama tarif listrik tidak disesuaikan dengan harga pokok produksi, maka subsidi dan kompensasi akan terus menggelembung, piutang PLN ke pemerintah akan terus naik, dan beban APBN akan semakin berat.
Ada wacana perbaikan skema pembayaran menjadi bulanan agar piutang tidak menumpuk terlalu lama.
Tapi selama tidak ada reformasi tarif dan pembenahan kontrak IPP, akar masalahnya tetap ada.
Rakyat bayar murah.
PLN tombok dulu.
APBN yang bayar belakangan
Dan siklusnya terus berulang setiap tahun
APAKAH KEDEPANNYA BENERAN GELAP?
Betul, orang kaya bayar PPh lebih besar. Tapi subsidi itu dirancang buat meringankan beban yang ga mampu , bukan reward buat yg udah mampu.
Kalau logikanya bayar pajak lebih besar = berhak dapat subsidi lebih besar, berati orang miskin yg bayar pajak paling sedikit justru dapat manfaat paling kecil. Itu kebalikan dari tujuan subsidi
Dan lo sendiri udah jawab: pemerintah yang ngelolanya ga bener. Setuju.
@SaifuddinSay@kompascom Ya karena kapasitas kilang minyak kita cuma setengah kebutuhan nasional. Sisanya beli BBM yg telah di olah lalu di blending agar beroktan 90. Juga kebutuhan BBM dan luar area wilayah Indonesia, tiga kali lebih luas. Wajar harga BBM kita lebih mahal
@bukan4non@YuriAndriyanto@kumparan Malaysia itu importir sekaligus eksportir. Minyak mentah yg diimpor itu bukan 100% untuk konsumsi melainkan untuk diolah dan diekspor, salah satunya ke Indonesia. Data 2024, defisit bph Malaysia kurang dari 200rb, sedangkan Indonesia mencapai 1jt. Tidak fair